Berita Banda Aceh
Lebih Baik Oleskan ASI ke Bibir Bayi Saat ‘Peucicap’ daripada Madu dan Gula
Selain itu, tradisi ‘peucicap’ (mencicipkan madu, gula, dan aneka buah kepada bayi sebelum berumur enam bulan) sebaiknya harus mempertimbangkan dampak
Penulis: Yarmen Dinamika | Editor: Mursal Ismail
Selain itu, tradisi ‘peucicap’ (mencicipkan madu, gula, dan aneka buah kepada bayi sebelum berumur enam bulan) sebaiknya harus mempertimbangkan dampaknya pada kondisi kesehatan bayi.
Laporan Yarmen Dinamika | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Diperlukan kehati-hatian saat memberikan makanan pendamping air susu ibu (MPASI) kepada bayi yang berusia di atas enam bulan.
Sebaiknya utamakan MPASI dari bahan pangan lokal dan handmade (olahan tangan) daripada yang pabrikan.
MPASI pabrikan, untuk bisa dipasarkan dalam jangka waktu tertentu (enam bulan hingga tahunan) umumnya menggunakan zat pengawet, hal yang dalam kadar tertentu tidak baik bagi tumbuh kembang bayi.
Selain itu, tradisi ‘peucicap’ (mencicipkan madu, gula, dan aneka buah kepada bayi sebelum berumur enam bulan) sebaiknya harus mempertimbangkan dampaknya pada kondisi kesehatan bayi.
“Ada baiknya saat peucicap, cukup oleskan saja ASI ibunya pakai sendok ke bibir bayi.
Itu jauh lebih sehat dan higienis daripada memberinya madu, gula, atau buah-buahan yang diparut atau dilumatkan,” ujar Yusniwati MKes, Staf Gizi pada Dinas Kesehatan Aceh.
Baca juga: Ungkap Pentingnya MPASI untuk Bayi, dr Boyke : Ibu Jangan Merasa ASI Saja Cukup, Anak Bisa Stunting!
Hal itu diutarakannya saat menjadi narasumber pada talkshow dalam rangka Hari Pangan Sedunia (World Food Day) 2022 di Studio Radio Serambi FM 90,20 di Meunasah Manyang, Pagar Air, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Sabtu (22/10/2022) petang.
Selain Yusniwati, narasumber lainnya yang ikut berbincang di Studio Serambi FM adalah Junaidi SST, MKes (Ketua DPD Persagi Aceh dan Dosen Poltekkes Kemenkes Aceh) juga Erwandi STP, MKes (Dosen Poltekkes Kemenkes Aceh).
Talkshow ini terselenggara atas kerja sama Unicef Perwakilan Aceh dan Flower Aceh sebagai mitra pelaksana.
Talkshow satu jam yang dipandu Wartawan Serambi Indonesia, Yarmen Dinamika itu mengusung tema MPASI Pangan Lokal versus MPASI Pangan Pabrikan.
Menurut Yusniwati, MPASI dari bahan pangan lokal jauh lebih baik dan lebih aman untuk bayi. Terutama karena bahannya segar, terjaga kebersihannya, dan dimasak tanpa zat pengawet.
MPASI menggunakan bahan pangan lokal bisa berupa bubur, kanji tepung beras, hingga kanji rumbi. Sedangkan MPASI yang bahan pangannya pabrikan bisa berupa bubur Promina, Sun, Cerelac, dan lainnya.
Baca juga: ASI Berisi Semua Zat yang Dibutuhkan Bayi, Tak Tergantikan oleh Susu Formula
“Kalau sayang anak, berikanlah MPASI dari bahan pangan lokal. Mengutamakan bahan pangan lokal berarti juga kita ikut membantu petani dan nelayan di daerah kita,” ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/DISKUSI-SOAL-ASI.jpg)