Kamis, 7 Mei 2026

Berita Lhokseumawe

Besok Bakal Terjadi Gerhana Matahari, Ini Hasil Kajian Ilmu Falak

Sesuai kajian ilmu falak, pada Selasa (25/10/2022) akan terjadi gerhana matahari parsial. 

Tayang:
Penulis: Saiful Bahri | Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS.COM/SUBUR DANI
Sesuai kajian ilmu falak, pada Selasa (25/10/2022) akan terjadi gerhana matahari parsial. Namun dipastikan gerhana tersebut tidak bisa disaksikan di Aceh FOTO Penampakan gerhana matahari parsial melintasi Aceh, Minggu (21/6/2020). 

Laporan Saiful Bahri I Lhokseumawe

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE -  Sesuai kajian ilmu falak, pada Selasa (25/10/2022) akan terjadi gerhana matahari parsial

Namun dipastikan gerhana tersebut tidak bisa disaksikan di Aceh.

Ketua Jurusan Ilmu Falak Fakultas Syariah IAIN Lhokseumawe, Dr Tgk Ismail  SSy MA, Senin (24/10/2022), menjelaskan, gerhana merupakan peristiwa terhalangnya cahaya dari sebuah sumber oleh benda yang lain.

Seperti terhalang cahaya Matahari oleh Bulan yang menyebabkan terjadinya gerhana Matahari dan terhalang cahaya Matahari oleh Bumi yang menyebabkan gerhana Bulan.

Gerhana matahari terjadi pada fase bulan baru (new moon), sedangkan gerhana bulan terjadi pada fase bulan purnama (full moon). 

Namun tidak setiap bulan baru akan terjadi gerhana matahari dan tidak setiap bulan purnama terjadi gerhana bulan.

Ketua Jurusan Ilmu Falak Fakultas Syariah IAIN Lhokseumawe, Dr Tgk Ismail  SSy MA
Ketua Jurusan Ilmu Falak Fakultas Syariah IAIN Lhokseumawe, Dr Tgk Ismail SSy MA (For Serambinews.com)

Hal ini disebabkan bidang orbit bulan dalam mengitari bumi tidak sejajar dengan bidang orbit bumi dalam mengitari matahari.

"Seandainya bidang orbit bulan sama dengan bidang orbit bumi, maka bisa dipastikan disetiap bulan baru akan terjadi gerhana matahari dan setiap bulan purnama terjadi gerhana bulan," katanya.

Lanjut Tgk Ismail, gerhana matahari dikenal ada empat jenis, pertama gerhana matahari total, dimana saat puncak gerhana terjadi, seluruh piringan matahari ditutupi oleh piringan bulan, sehingga matahari terlihat hitam dan memancarkan cahaya korona yang indah. 

Kedua, gerhana parsial, dimana saat puncak gerhana terjadi hanya sebahagian piringan matahari ditutupi oleh piringan bulan. 

Ketiga, gerhana cincin. Dinamai dengan cincin karena saat puncak gerhana terjadi, piringan bulan hanya menutupi pertengahan piringan matahari saja.

Sehingga matahari terlihat bercahaya pada lingkaran pinggir saja yang berbentuk mirip cincin dan pada posisi tengah matahari berwarna hitam. 

Baca juga: Catat, Tahun 2022 Ini hanya Sekali Gerhana yang Bisa Disaksikan di Aceh, Ini Jadwalnya

Keempat, gerhana hibrida. Dimana saat puncak gerhana terjadi, di satu daerah terlihat gerhana matahari total dan di daerah lain terlihat berbentuk gerhana cincin.

Gerhana jenis terakhir ini tergolong peristiwa gerhana yang relatif jarang terjadi atau langka.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved