Internasional

Arab Saudi Simpan Stok Darurat Migas, Kerajaan Ingin Lebih Dewasa Sikapi Tudingan AS

Kerajaan Arab Saudi akan tetap menyimpan stok darurat migas, bagian dari pengurangan produksi OPEC+.

Editor: M Nur Pakar
ArabNews
Menteri Energi Arab Saudi Pangeran Abdulaziz bin Salman 

SERAMBINEWS.COM, RIYADH - Kerajaan Arab Saudi akan tetap menyimpan stok darurat migas, bagian dari pengurangan produksi OPEC+.

Menteri Energi Arab Saudi Pangeran Abdulaziz bin Salman menegaskan menggunakan stok darurat bukan memanipulasi pasar, tetapi mengurangi kekurangan pasokan.

“Adalah tugas saya untuk menjelaskan kehilangan stok darurat migas mungkin menyakitkan di bulan-bulan mendatang,” katanya dalam konferensi Future Initiative Investment (FII) di Riyadh.

Presiden AS Joe Biden mengumumkan rencana pekan lalu untuk menjual sisa cadangan minyak darurat negara itu pada akhir tahun ini.

Sehingga, akan dapat mulai mengisi kembali persediaan saat ia mencoba meredam harga minyak yang tinggi menjelang pemilihan paruh waktu 8 November 2022.

Biden juga mengatakan Arab Saudi tetap menjadi pemasok minyak paling andal di dunia.

Baca juga: AS Pindahkan Rudal Patriot dari Saudi, Balas Pemangkasan Minyak oleh OPEC

Ditambahkan, Arab Saudi telah meningkatkan penjualan ke Eropa menjadi 950.000 barel pada September dari 490.000 barel pada waktu yang sama tahun lalu.

Ketika ditanya tentang bagaimana mengembalikan hubungan energi dengan AS, sang pangeran mengatakan Arab Saudi telah memilih untuk menjadi pihak yang lebih dewasa.

"Kami terus mendengar Anda 'bersama kami atau melawan kami', apakah ada ruang untuk 'kami bersama rakyat Arab Saudi'?" tanyanya.

Hubungan antara AS dan Kerajaan menjadi semakin tegang dalam beberapa pekan terakhir ini.

Seusai OPEC+ mengumumkan pengurangan produksi, yang seolah-olah dilihat oleh Gedung Putih ketika Arab Saudi menyelaraskan diri dengan Rusia.

Kerajaan Arab Saudi, produsen minyak terbesar OPEC, membantah tuduhan itu.

Arab Saudi mengatakan keputusan itu, murni ekonomi untuk menstabilkan pasar minyak yang bergejolak.(*)

Baca juga: Wakil Dubes AS di PBB Minta Houthi Hentikan Ancaman ke Perusahaan Minyak Yaman

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved