Sabtu, 16 Mei 2026

Internasional

Ali Khamenei Minta Rakyat Iran Bersatu Hadapi ISIS, Demonstran Serukan Kematiannya

Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei minta rakyat bersatu menghadapi kelompok Daesh atau ISIS yang telah menyerang jamaah Syiah.

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
AFP
Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran, Ayatollah Ali Khamenei. 

SERAMBINEWS.COM, TEHERAN - Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei minta rakyat bersatu menghadapi kelompok Daesh atau ISIS yang telah menyerang jamaah Syiah.

Khamenei berjanji akan membalas mereka yang mengancam keamanan negara setelah pembantaian jamaah Syiah.

Serangan telah diklaim oleh Daesh yang mengancam mengobarkan ketegangan di tengah meluasnya protes anti-pemerintah.

Ayatollah Ali Khamenei mengatakan para penyerang pasti akan dihukum dan meminta warga Iran untuk bersatu.

"Kita semua memiliki kewajiban untuk menghadapi musuh dan agen pengkhianat," katanya dalam sebuah pernyataan yang dibacakan di televisi pemerintah setelah serangan menewaskan 15 orang.

Seruan Khamenei untuk persatuan tampaknya ditujukan pada sebagian besar loyalis pemerintah.

Bukan untuk demonstran yang gerakannya hampir enam minggu dipandang oleh pihak berwenang sebagai ancaman terhadap keamanan nasional.

Baca juga: Mantan Tahanan Iran Sebut Tindakan Keras Rezim, Sinyal Ketakutan Kehilangan Kendali Negara

Pemimpin ulama Iran itu telah menghadapi demonstrasi nasional sejak kematian Mahsa Amini dalam tahanan polisi, seorang wanita Kurdi berusia 22 tahun pada 16 September 2022.

Warga Iran telah menyerukan kematian Khamenei dan diakhirinya Republik Islam selama protes.

Itu telah menjadi salah satu tantangan paling berani bagi kepemimpinan ulama Iran sejak revolusi 1979, menarik banyak orang ke jalan-jalan.

Pasukan keamanan mengatakan telah menangkap seorang pria bersenjata yang melakukan serangan di Masjid Shah Cheragh di Kota Shiraz.

Seorang pejabat senior mengatakan tersangka penyerang berada dalam kondisi kritis setelah ditembak polisi.

"Kami belum bisa menginterogasinya," kata Wakil Gubernur Provinsi Easmail Mohebipour, dikutip kantor berita semi resmi Tasnim, Jumat (28/10/2022).

Rekaman CCTV yang disiarkan di TV pemerintah menunjukkan penyerang memasuki masjid setelah menyembunyikan senapan serbu di dalam tas.

Baca juga: Pasukan Keamanan Iran Lepaskan Tembakan Pada Peringatan 40 Hari Kematian Mahsa Amini

Kemudian, menembak para jamaah yang mencoba melarikan diri dan bersembunyi di koridor.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved