Internasional
Ali Khamenei Minta Rakyat Iran Bersatu Hadapi ISIS, Demonstran Serukan Kematiannya
Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei minta rakyat bersatu menghadapi kelompok Daesh atau ISIS yang telah menyerang jamaah Syiah.
Daesh, yang pernah menjadi ancaman keamanan di Timur Tengah, telah mengklaim kekerasan sebelumnya di Iran.
Termasuk serangan kembar mematikan pada 2017 yang menargetkan parlemen dan makam pendiri Republik Islam, Ayatollah Ruhollah Khomeini.
Sejak puncak kekuasaannya, ketika menguasai jutaan orang di Timur Tengah telah menimbulkan ketakutan di seluruh dunia dengan pemboman dan penembakan mematikan.
Saat ini, Daesh telah menyelinap kembali ke dalam bayang-bayang masyarakat Iran.
Pembunuhan jamaah Syiah pada Rabu (26/10/2022) terjadi pada hari yang sama.
Ketika pasukan keamanan Iran bentrok dengan demonstran yang semakin keras menandai 40 hari sejak kematian Amini.
Baca juga: Prancis Kecam Keras Iran, Tangkap Lagi Warganya, Minta Segera Dibebaskan
Para pemimpin Iran mungkin berharap serangan itu akan mengalihkan perhatian dari kerusuhan tetapi tidak ada tanda-tanda itu terjadi.
Kantor berita resmi IRNA mengatakan demonstran yang marah atas kematian seorang demonstran memecahkan jendela bank, kantor pajak, dan bangunan lainnya di kota barat laut Mahabad.
Kelompok hak asasi manusia Kurdi, Hengaw mengatakan pasukan keamanan menewaskan sedikitnya lima orang selama protes pada Kamis (27/10/2022), tempat orang Kurdi tinggal.
Tiga tewas di kota Mahabad dan dua lainnya di Baneh.
Reuters tidak dapat memverifikasi laporan secara independen.
Kelompok hak asasi manusia Iran mengatakan ada laporan yang belum dikonfirmasi beberapa anggota keluarga Amini berada di bawah tahanan rumah.
Pihak berwenang, yang menuduh Amerika Serikat dan negara-negara Barat lainnya mengobarkan kerusuhan belum mengumumkan jumlah korban tewas.
Baca juga: Dua Anggota Korps Pengawal Revolusi Islam Iran Tewas, Ditembak Pria Bersenjata Tak Dikenal
Tetapi media pemerintah mengatakan sekitar 30 anggota pasukan keamanan telah tewas.
Kantor berita Tasnim mengatakan seorang anggota elit Pengawal Revolusi telah dibunuh di Provinsi Teheran oleh perusuh menggunakan granat tangan.
Kantor berita aktivis HRANA melaporkan 252 demonstran telah tewas dalam kerusuhan, termasuk 36 anak di bawah umur.
Dikatakan lebih dari 13.800 orang telah ditangkap dalam protes di 122 kota besar dan kecil dan 109 universitas.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/pemimpin-tertinggi-republik-islam-iran-ayatollah-ali-khamenei_20170913_145715.jpg)