Selasa, 21 April 2026

Internasional

Junta Militer Myanmar Peringatkan ASEAN, Sebut Bertindak Sebagai Piaraan AS

Junta Militer Myanmar, Jumat 928/10/2022) mengeluarkan peringatan keras kepada Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN).

Editor: M Nur Pakar
AP/Susan Walsh
Para pemimpin ASEAN dengan Presiden AS Joe Biden dalam foto bersama di Halaman Selatan Gedung Putih di Washington, AS, Kamis (12/5/2022). Dari kiri, Sekretaris ASEAN Dato Lim Jock Hoi, Perdana Menteri Vietnam Pham Minh Chinh, Perdana Menteri Thailand Prayut Chan-ocha, Perdana Menteri Kamboja Hun Sen, Sultan Brunei Haji Hassanal Bolkiah, Biden, Presiden Indonesia Joko Widodo, Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong, Perdana Menteri Laos Phankham Viphavan, Perdana Menteri Malaysia Dato ' Sri Ismail Sabri bin Yaakob dan Menteri Luar Negeri Filipina Teodoro Locsin Jr. 

SERAMBINEWS.COM, YANGON - Junta Militer Myanmar, Jumat 928/10/2022) mengeluarkan peringatan keras kepada Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN).

Junta menyatakan blok itu yang sedang bekerja berupaya meredakan krisis politik telah menetapkan kerangka waktu untuk rencana Perdamaian.

Dilansir AFP, Jumat (28/10/2022), Myanmar menegaskan tekanan itu dapat menyebabkan implikasi negatif di negaranya.

Myanmar berada dalam kekacauan sejak kudeta pada Februari 2022.

Dimana, lebih dari 2.300 orang tewas dalam tindakan brutal militer terhadap perbedaan pendapat, menurut kelompok pemantau lokal.

ASEAN sejauh ini telah memimpin upaya yang sia-sia untuk memecahkan kebuntuan berdarah tersebut.

Baca juga: Pasukan Myanmar Gantung Jenazah Guru Sekolah Menengah, Seusai Kepala Dipenggal

Para menteri luar negeri blok tersebut bertemu di Jakarta pada Kamis (27/10/2022) untuk membahas krisis tersebut.

Junta tidak diwakili setelah menolak undangan untuk mengirim tokoh non-politik.

Sebuah rencana perdamaian yang disepakati oleh Myanmar dan ASEAN tahun lalu, sebagian besar masih diabaikan oleh Myanmar.

adalah sebuah "proses," kata

Kementerian Luar Negeri Myanmar dalam sebuah pernyataan pada Kamis (27/10/2022) malam menyatakan perdamaian masih dalam proses.

"Memasukkan tekanan tambahan dengan menetapkan jangka waktu akan menciptakan lebih banyak implikasi negatif daripada yang positif, " ujarnya.

Baca juga: Australia Minta Junta Militer Myanmar Bebaskan Warga Negaranya

Dia juga menuduh ASEAN melakukan diskriminasi karena tidak mengundang menteri luar negeri yang ditunjuk junta ke pertemuan di Jakarta.

ASEAN telah mengatakan sangat prihatin atas meningkatnya pelanggaran hak asasi manusia, termasuk eksekusi empat tahanan pada Juli 2022.

Pemimpin Junta Militer Min Aung Hlaing belum diundang ke pertemuan puncak para pemimpin ASEAN bulan depan untuk tahun kedua berturut-turut.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved