Internasional
Junta Militer Myanmar Peringatkan ASEAN, Sebut Bertindak Sebagai Piaraan AS
Junta Militer Myanmar, Jumat 928/10/2022) mengeluarkan peringatan keras kepada Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN).
SERAMBINEWS.COM, YANGON - Junta Militer Myanmar, Jumat 928/10/2022) mengeluarkan peringatan keras kepada Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN).
Junta menyatakan blok itu yang sedang bekerja berupaya meredakan krisis politik telah menetapkan kerangka waktu untuk rencana Perdamaian.
Dilansir AFP, Jumat (28/10/2022), Myanmar menegaskan tekanan itu dapat menyebabkan implikasi negatif di negaranya.
Myanmar berada dalam kekacauan sejak kudeta pada Februari 2022.
Dimana, lebih dari 2.300 orang tewas dalam tindakan brutal militer terhadap perbedaan pendapat, menurut kelompok pemantau lokal.
ASEAN sejauh ini telah memimpin upaya yang sia-sia untuk memecahkan kebuntuan berdarah tersebut.
Baca juga: Pasukan Myanmar Gantung Jenazah Guru Sekolah Menengah, Seusai Kepala Dipenggal
Para menteri luar negeri blok tersebut bertemu di Jakarta pada Kamis (27/10/2022) untuk membahas krisis tersebut.
Junta tidak diwakili setelah menolak undangan untuk mengirim tokoh non-politik.
Sebuah rencana perdamaian yang disepakati oleh Myanmar dan ASEAN tahun lalu, sebagian besar masih diabaikan oleh Myanmar.
adalah sebuah "proses," kata
Kementerian Luar Negeri Myanmar dalam sebuah pernyataan pada Kamis (27/10/2022) malam menyatakan perdamaian masih dalam proses.
"Memasukkan tekanan tambahan dengan menetapkan jangka waktu akan menciptakan lebih banyak implikasi negatif daripada yang positif, " ujarnya.
Baca juga: Australia Minta Junta Militer Myanmar Bebaskan Warga Negaranya
Dia juga menuduh ASEAN melakukan diskriminasi karena tidak mengundang menteri luar negeri yang ditunjuk junta ke pertemuan di Jakarta.
ASEAN telah mengatakan sangat prihatin atas meningkatnya pelanggaran hak asasi manusia, termasuk eksekusi empat tahanan pada Juli 2022.
Pemimpin Junta Militer Min Aung Hlaing belum diundang ke pertemuan puncak para pemimpin ASEAN bulan depan untuk tahun kedua berturut-turut.
Bahkan, diplomat top Myanmar Wunna Maung Lwin dikeluarkan dari pembicaraan tingkat menteri pada Februari dan Agustus 2022.
"Kebijakan ASEAN tentang keterlibatan konstruktif tidak lagi di atas meja,” tulis sebuah surat kabar yang dikendalikan junta awal bulan ini.
Baca juga: Serangan Udara Junta Militer Myanmar Salah Sasaran, Tewaskan 11 Anak Sekolah
“ASEAN tampaknya bertindak sebagai anjing piaraan bagi AS," tambahnya.
Junta Militer Myanmar menyalahkan pejuang anti-kudeta atas kematian hampir 3.900 warga sipil.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Presiden-AS-Joe-Biden-dan-Pemimpin-ASEAN.jpg)