Minggu, 10 Mei 2026

Berita Pidie

Warga Keumala Meninggal Diinjak Kawanan Gajah

M Affan (53), warga Gampong Pako ditemukan meninggal dunia di kebun miliknya, Diduga korban meninggal diinjak-injak kawanan gajah

Tayang:
Editor: bakri
Warga Keumala Meninggal Diinjak Kawanan Gajah - jenazah-M-Affan.jpg
Serambinews.com
Warga mengusung jenazah M Affan korban amukan gajah untuk diantar ke tempat pengistirahatan terakhir di Gampong Pako, Kecamatan Keumala, Pidie, Sabtu (29/10/2022)
Warga Keumala Meninggal Diinjak Kawanan Gajah - F20221029aya67.jpg
For Serambinews.com
Pj Bupati Pidie, Ir Wahyudi Adisiswanto MSi (tengah) dan Sekda Pidie H Idhami MSi, Sabtu (29/10/2022) sore mengunjungi rumah duka M Affan (53) warga Gampong Pako, Kecamatan Keumala, Pidie, Jumat (28/10/2022), sekira pukul 21.00 WIB, meninggal diduga diinjak kawanan gajah liar.

SIGLI - M Affan (53), warga Gampong Pako, Kecamatan Keumala, Kabupaten Pidie, Jumat (28/10/2022), sekira pukul 21.00 WIB, ditemukan meninggal dunia di kebun miliknya, kawasan Lueng Ala, Gle Barat, Keumala.

Diduga korban meninggal diinjak-injak kawanan gajah.

Informasinya meninggalnya M Affan karena diamuk gajah sempat beredar luas di WhatsApp, termasuk juga foto-foto korban.

Camat Keumala, Nurjannah, yang dikonfirmasi Serambi juga membenarkan informasi tersebut.

"Benar, warga kami bernama M Affan meninggal diamuk gajah di kawasan Lueng Ala Gle Barat," katanya kepada Serambi, Sabtu (29/10/2022).

Dia mengatakan, jasad M Affan berhasil dievakuasi masyarakat ke RSUD Tgk Chik Di Tiro Sigli.

"Salah satu kaki korban hancur diinjak gajah," sebut Nurjannah.

Informasi yang diperoleh Serambi, kondisi tubuh M Affan saat ditemukan sangat menggenaskan.

Tubuhnya hancur dan berselimut lumpur.

Meski tak ada seorang pun yang melihat, namun kuat dugaan Affan meninggal karena diserang kawanan gajah, sebab di lokasi banyak ditemukan jejak telapak kaki satwa tersebut.

Di sekitar lokasi, warga juga menemukan beberapa bagian tubuh yang terpisah.

Baca juga: Pj Bupati Pidie Kunjungi Rumah Duka Korban Meninggal Dunia Akibat Diinjak Gajah di Keumala

Baca juga: Warga Keumala Trauma Pascameninggalnya Petani Akibat Diinjak Gajah

"Warga menemukan tulang rusuk, daun telinga, potongan usus dan bagian tubuh lainnya di lokasi kejadian," sebut Imum Mukim Keumala, H Syarwan didampingi Sekdes Gampong Tunong, Banta Kumari.

Syarwan lalu menceritakan, insiden amukan gajah itu berawal pada Jumat (28/10/2022), ketika warga merencanakan hendak menghalau kawanan gajah liar yang masuk ke kebun mereka.

Namun M Affan bersama anak perempuannya yang berusia 12 tahun pergi lebih awal ke kebunnya di kawasan Gle Alue Bate.

Anaknya menunggu di gubuk kebun, sementara M Affan pergi menghalau kawanan gajah dengan jarak hampir 1 kilometer.

Sekitar pukul 08.00 WIB, warga secara bersama-sama menghalau gajah.

Namun saat pelaksanaan shalat Jumat, warga tidak melihat kehadiran M Affan di masjid.

Akhirnya warga melakukan pengecekan pada sore harinya ke pihak keluarga, dan diketahui bahwa M Affan ternyata belum pulang dari kebun.

Malamnya, warga pun memutuskan pergi mencari M Affan ke kebun dan menemukan tubuh M Affan telah terbujur di tanah dengan kondisi hancur.

Warga lalu mengevakuasi jasad M Affan ke RSUD Tgk Chik Di Tiro Sigli dan pada malamnya dibawa pulang ke rumah duka di Gampong Pako.

"Jasad dikebumikan di Gampong Pako.

Baca juga: Mengenaskan, Petani Keumala Pidie Meninggal Diinjak Gajah, Warga Temukan Bagian Tubuh Hilang

Almarhum meninggalkan satu isteri dan empat anak," sebut Syarwan.

Lakukan penyisiran

Mendengar musibah tersebut, Penjabat (Pj) Bupati Pidie, Ir Wahyudi Adisiswanto MSi, langsung datang mengunjungi keluarga korban.

Kedatangan Wahyudi ke rumah duka ikut didampingi Sekda Pidie, H Idhami MSi, unsur Muspika, dan pejabat lainnya.

Pj Bupati Pidie menyampaikan duka cita mendalam atas musibah menimpa warga Pako, Keumala ini.

"Innalillahi wainailaihi rajiun..Saya menyampaikan ikut bela sungkawa yang sebesar-besarnya..

semua kita akan meninggal dengan cara yang berbeda-beda sesuai kehendak Allah,” ujar Pj Bupati.

“Dan saya yakin almarhum meninggal Insya Allah husnul khatimah sebagai syuhada karena membela nafkah keluarga dan masyarakat umum dari serangan gajah," sambungnya.

Wahyudi mengatakan, untuk mengangani gangguan gajah itu, pihaknya bekerja sama dengan Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dan Fauna and Flora International (FFI).

Baca juga: Kondisi Mengenaskan Petani Keumala Pidie Meninggal Diinjak Gajah, Warga Temukan Bagian Tubuh Hilang

“Sementara saat ini dilakukan penyisiran ke daerah Seumileuk,” sebut Pj Bupati.

Dikutip dari kompas.com, kematian Affan memperpanjang daftar warga yang menjadi korban serangan gajah liar.

Pada 4 Juli 2021, Abdurrahman, warga Desa Karang Ampar, Kabupaten Aceh Tengah, tewas akibat diamuk gajah liar.

Dia diserang gajah liar saat menghalau satwa lindung itu ketika masuk ke kawasan permukiman.

Seekor gajah jantan muncul dari belakang, kemudian menabrak dan membanting korban.

Setelah mengamuk, gajah itu meninggalkan korban dalam keadaan kritis.

Abdurrahman meninggal dalam perawatan di rumah sakit.

Pada Januari 2015, Husna, petani di Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, tewas diinjak gajah liar.

Setahun sebelumnya, dua petani di Pintu Rime Gayo, yakni Hasan Basri dan Firmansyah, juga tewas diinjak gajah.

Kejadian lain, pada 19 Januari 2013, Syarif (60), warga Desa Umah Besi, Kecamatan Gajah Putih, Kabupaten Bener Meriah, tewas diserang gajah saat sedang dalam perjalanan pulang dari memancing ikan.

Sementara pada 16 Juli 2011, Adaman (45), warga Desa Lawet, Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat, tewas diserang gajah.

Tidak ada data berapa jumlah warga yang tewas atau kritis karena diamuk gajah liar.

Sebagian besar peristiwa terjadi di perkebunan.

Jika konflik tidak tertangani, korban akan terus bertambah.

Konflik membuat manusia dan gajah sama-sama dalam ancaman. (naz)

Baca juga: Warga Keumala Pidie Meninggal Diinjak Gajah dengan Tubuh Remuk

Baca juga: Kisah Tragis Maya Murmu, Meninggal Diinjak Gajah saat Ambil Air, Kembali Diinjak saat Pemakaman

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved