Kamis, 23 April 2026

Ketahanan Pangan

Harga Beras Semua Jenis Terus Bergerak Naik, Kualitas Medium Rp 11.000/Kg, Premium Rp 12.000/Kg

Tingginya harga beras di Aceh, karena hasil panen padi gadu, tidak sebanyak hasil panen padi rendeng, sementara permintaan beras kualitas medium maupu

Penulis: Herianto | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/FOR SERAMBINEWS.COM
Kepala BI Perwakilan Aceh, Achris Sarwani sedang memberikan penjelasan tentang pengaruh kenaikan harga beras dengan inflasi daerah, pada acara Launching Tanggap Inflasi Aceh, di Gudang Beras Bulog Aceh, Siron Aceh Besar, Kamis (3/11/2022). 

Laporan Herianto I Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Kepala BI Perwakilan Aceh Achris Sarwani yang juga Wakil Ketua Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) menyatakan kenaikan harga beras menjadi fokus utama bagi Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) untuk dibahas.

Hal ini disebabkan, kenaikan harga beras, sangat berpengaruh terhadap pembentukan angka inflasi daerah.

“Seratus rupiah saja, harga beras naik, bisa memberikan dukungan terhadap kenaikan Indek Harga Konsumen (IHK) dan membuat angka inflasi daerah jadi besar,” kata Achris Sarwani, pada acara Launching Tanggap Inflasi Aceh, di Gudang Bulog Aceh, Kamis (3/11/2022).

Kenapa harga beras di Aceh, terus bergerak naik, baik untuk beras kualitas medium maupun premium.

Harga berasa kualitas mediumnya kini Rp 11.000/Kg dan kualitas premium Rp 12.000/Kg.

1.500 Ton Beras untuk Operasi Pasar, Tekan Inflasi dan Kendalikan Harga

Tingginya harga beras di Aceh, karena hasil panen padi gadu, tidak sebanyak hasil panen padi rendeng, sementara permintaan beras kualitas medium maupun premium di Aceh terus meningkat.

Apalagi dalam masa bulan Maulid Nabi saat ini, banyak masyarakat yang mengadakan acara kenduri Maulid Nabi, baik di Masjid maupun di rumahnya.

Pihak Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, menyatakan produksi padi di Aceh sudah mencapai 1 juta ton lebih dan konsumsi sekitar 500.000 ton, sehingga masih ada surplus gabah sekitar 500.000 ton.

Pemerintah Salurkan 1.500 Ton Beras Premium ke Lima Daerah dengan Harga Murah

Surplus gabah di Aceh, pada musim tanam padi rendeng tahun ini, kata Achris Sarwani, banyak yang mengalir ke luar Aceh, terutama ke Sumut.

Hal ini disebabkan, kualitas hasil panen gabah/padi di Aceh cukup bagus, sehingga harga jualnya di atas HET Pemerintah.

Bulog beli gabah petani sesuai HET nya sekitar Rp 4.250 – Rp 4.300/Kg untuk kulitas gabah kering panen (GKP). Sementara harga GKP ditingkat petani di Aceh mencapai Rp 4.700 – Rp 4.900/Kg.

Karena harga GKP petani di atas harga HET GKP Pemerintah, wajar pengadaan beras lokal Bulog Aceh, sampai bulan ini, belum tercapai targetnya dan harus memasok beras dari luar Aceh, dengan istilah mengeser stok pangan beras nasional, yang berada di luar Aceh ke Aceh.

Kabulog Aceh, Irsan Nasution menyatakan, jumlah beras yang sudah kita salurkan untuk kebutuhan operasi pasar umum dan khusus guna pengendalian harga beras di Aceh sejak Januari-November 2022 ini, hampir mencapai 21.000 ton.

Sementara beras yang kita pasok dari luar Aceh, sejak Januari-November 2022 ini, jumlahnya sekitar 18.000 ton lebih.

Saat ini, Bulog Aceh juga sedang memasok beras lagi dari Sulsel, Jabar, dan Yogyakarta, sekitar 14.000 ton, untuk penanganan kebutuhan pengendalian harga beras di Aceh, dengan istilah ketersediaan pasokan dan stabilisasi (KPS).(*)

VIDEO - Terjebak Banjir Dikebun, Satu Keluarga di Trumon Timur Aceh Selatan Dievakuasi  Dengan Robin

VIDEO Banjir dan Jalan Terputus di Tamiang serta Ketergantungan Aceh pada Sumut

VIDEO - Krueng Langsa Meluap, Sejumlah Gampong Mulai Merendam 

Mantan PM Israel Benjamin Netanyahu Akan Kembali Berkuasa usai Memenangkan Pemilu

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved