Breaking News:

Kemenkes Sebut Baru 156 Obat Sirup yang Aman Dikonsumsi, Berikut Daftarnya

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menegaskan pemerintah sementara baru melabeli 156 obat sirup yang aman dikonsumsi.

Editor: Faisal Zamzami
Tribunnews/drugfree.org
Ilustrasi obat batuk sirup. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melarang peredaran obat batuk mengandung dietilen glikol (DEG) dan etilen glikol (EG) yang diduga memicu gagal ginjal akut seperti di Gambia, Afrika. 

SERAMBINEWS.COM - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menegaskan pemerintah sementara baru melabeli 156 obat sirup yang aman dikonsumsi.

Obat sirup yang sudah masuk daftar tersebut dipastikan tidak mengandung cemaran etilen glikol dan dietilen glikol di atas ambang batas aman.

Seperti diberitakan, Jumat (28/10/2022), Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) merilis daftar 198 obat sirup atau cair yang aman dikonsumsi, sepanjang digunakan sesuai petunjuk keamanan produk.


“Kemenkes baru memperbolehkan 156 obat sirup yang aman dikonsumsi, bukan 198 (yang dirilis BPOM),” jelas Juru Bicara Kemenkes dr. Mohammad Syahril, Sp.P, MPH, saat menggelar jumpa pers, Jumat (4/11/2022).

Ditanya soal 42 obat sirup yang belum dinyatakan aman oleh Kemenkes tapi sudah disebut aman oleh BPOM, Syahril menyatakan pihaknya belum bisa memberikan keterangan pasti.

“Sisanya kita tunggu dulu. Kami belum bisa memberikan keterangan. Nanti dalam waktu dekat akan kami umumkan,” kata Syahril.

Syahril menuturkan, dalam merilis daftar obat yang aman dikonsumsi masyarakat, pihaknya mengedepankan prinsip kehati-hatian.

“Kami ingin memberikan keamanan bagi masyarakat. Jadi ada 156 yang sudah ditelaah bersama untuk aman,” kata dia.

Baca juga: BPOM Beberkan Kesalahan PT Yarindo Farmatama Sebagai Produsen Obat Sirup di Tanah Air

Cek daftar 156 obat sirup yang sudah dipastikan aman menurut Kemenkes dan BPOM berikut.

Daftar 156 obat sirup yang aman 

Terdapat 156 obat sirup, cair, atau tetes (drops) yang aman dan tidak mengandung cemaran etilen glikol dan dietilen glikol di atas ambang batas aman. Berikut daftarnya:

  1. Aficitrin (Afi Farma)
  2. Alerfed (Guardian Pharmatama)
  3. Alergon (Konimex)
  4. Amoxicillin Trihydrate (Meprofarm)
  5. Amoxsan (Caprifarmindo Laboratories)
  6. Asterol (Meprofarm)
  7. Avamys (Glaxo Wellcome Indonesia)
  8. Avamys (Glaxo Wellcome Indonesia)
  9. B-Dex (Nulab Pharmaceutical Indonesia)
  10. BDM (Nulab Pharmaceutical Indonesia)
  11. Bufagan Expectorant (Bufa Aneka)
  12. Bufagan Expectorant (Bufa Aneka)
  13. Cazetin (Ifars Pharmaceutical Laboratories)
  14. Cefadroxil Monohydrate (Lapi Laboratories)
  15. Cetirizine Hydrochloride (Novapharin)
  16. Cetirizin (Nufarindo)
  17. Citocetin (Ciubros Farma)
  18. Cohistan Expectorant (Darya-Varia Laboratoria TBK)
  19. Cohistan Expectorant (Darya-Varia Laboratoria TBK)
  20. Colfin (Nufarindo)
  21. Colsancetine (Sanbe Farma)
  22. Combicitrine (Berlico Mulia Farma)
  23. Constipen (Pharma Health Care)
  24. Constuloz (Novell Pharmaceutical Laboratories)
  25. Coredryl Ekspektoran (Global Multi Pharmalab)
  26. Cotrimoxazole (Errita Pharma)
  27. Cotrimoxazole (Harsen)
  28. Daryazinc (Darya-Varia Laboratoria TBK)
  29. Daryazinc (Darya-Varia Laboratoria TBK)
  30. Decatrim (Harsen)
  31. Deferiprone (Pratapa Nirmala)
  32. Diakids (Bernofarm)
  33. Domino (Afi Farma)
  34. Domperidone (Afi Farma)
  35. Durafer (Pratapa Nirmala)
  36. Erlamycetin (Erlangga Edi Laboratories/ERELA)
  37. Etamoxul (Errita Pharma)
  38. Extropect (Guardian Pharmatama)
  39. Garkene (Guardian Pharmatama)
  40. Glisend Expectorant (Konimex)
  41. Grafazol (Graha Farma)
  42. Guanistrep (Itrasal)
  43. Hislorex (Konimex)
  44. Interzinc (Interbat)
  45. Itrabat (Itrasal)
  46. Komix Expectorant (Bintang Toedjoe)
  47. Komix Expectorant Jeruk Nipis (Bintang Toedjoe)
  48. Komix Expectorant Peppermint (Bintang Toedjoe)
  49. Komix OBH (Bintang Toedjoe)
  50. Komix OBH (Bintang Toedjoe)
  51. Komix OBH Kid (Rasa Madu) (Bintang Toedjoe)
  52. Komix Rasa Jahe (Bintang Toedjoe)
  53. Komix Rasa Jeruk Nipis (Bintang Toedjoe)
  54. Komix Rasa Peppermint (Bintang Toedjoe)
  55. Konidin OBH (Konimex)
  56. Lactulax (Ikapharmindo Putramas)
  57. Lactulax (Ikapharmindo Putramas)
  58. Lactulax sirup (Rasa Coklat) (Ikapharmindo Putramas)
  59. Lactulose (Ikapharmindo Putramas)
  60. Lactulose (Ikapharmindo Putramas)
  61. Lapicef (Lapi Laboratories)
  62. Laxalosan (Sanbe Farma)
  63. Levopront (Combiphar)
  64. Maltofer (Combiphar)
  65. Mefamesis (Intijaya Meta Ratna Pharmindo)
  66. Metagan Expectorant (Intijaya Meta Ratna Pharmindo)\
  67. Methadone Hydrochloride (Kimia Farma TBK)
  68. Metronidazole Benzoat (Harsen)
  69. Metronidazole Benzoat (Graha Farma)
  70. Mucobat (Itrasal)
  71. Neo Emkanadryl (Mudita Karuna)
  72. Nipe Expectorant Adult (Menarini Indria Laboratories)
  73. Nipe Expectorant Adult (Menarini Indria Laboratories)
  74. Nipe Expectorant Adult (Menarini Indria Laboratories)
  75. Nipe Expectorant Adult (Menarini Indria Laboratories)
  76. Nipe Expectorant Kids (Menarini Indria Laboratories)
  77. Nipe Expectorant Kids (Menarini Indria Laboratories)
  78. Norages (Meprofarm)
  79. Nystatin (Ifars Pharmaceutical Laboratories)
  80. Obat Batuk 8 Dewa (Mega Esa Farma)
  81. Obat Batuk Hitam (Itrasal)
  82. Obat Batuk Hitam (Mulia Farmasi)
  83. Obat Batuk Hitam (Holi Farma Suci)
  84. OBH AFI (Afi Farma)
  85. OBH AFI Rasa Lemon (Afi Farma)
  86. OBH AFI Rasa Mint (Afi Farma)
  87. OBH Berlico Rasa Jeruk Nipis (Berlico Mulia Farma)
  88. OBH Combi Batuk Berdahak Rasa Jahe (Combiphar)
  89. OBH Combi Batuk Berdahak Rasa Menthol (Combiphar)
  90. OBH Combi Batuk Berdahak Rasa Menthol (Combiphar)
  91. OBH Combi Batuk Berdahak Rasa Menthol (Combiphar)
  92. OBH IKA (Ikapharmindo Putramas)
  93. OBH IKA (Ikapharmindo Putramas)
  94. OBH Molex (Molex Ayus)
  95. OBH Nutra (Candra Nusantara Jaya)
  96. OBH RAMA (Rama Emerald Multi Sukses)
  97. OBH Surya (Itrasal)
  98. Ondane (Guardian Pharmatama)
  99. Pedialyte (Abbott Indonesia)
  100. Pedialyte Aroma Bubble Gum (Abbott Indonesia)
  101. Pralax (Pratapa Nirmala)
  102. Procaterol Hydrochloride (Meprofarm)
  103. Pyrantel Pamoate (Holi Pharma)
  104. Ramadryl Expectorant (Rama Emerald Multi Sukses)
  105. Renasistin OD (Pratapa Nirmala)
  106. Rhinathiol (Aventis Pharma)
  107. Rhinos Neo (Dexa Medica)
  108. Rotarix (Glaxo Wellcome Indonesia)
  109. Rotarix (Glaxo Wellcome Indonesia)
  110. Rotateq (Organon Pharma Indonesia TBK)
  111. Salbron Ekspektoran (Dankos Farma)
  112. Salbugen (Mulia Farma Suci)
  113. Salbugen Ekspektoran (Mulia Farma Suci)
  114. Salbutamol Sulfate (Mulia Farma Suci)
  115. Saldextamin (Itrasal)
  116. Saltrim Forte (Itrasal)
  117. Sucralfate (Dexamedica)
  118. Sucralfate (Dexamedica)
  119. Supramox (Meprofarm)
  120. Survanta (Abbott Indonesia)
  121. Synflorix (Smithkline Beecham Pharmaceuticals)
  122. Valved (Global Multi Pharmalab)
  123. Valved DM (Global Multi Pharmalab)
  124. Ventilin (Global Wellcome Indonesia)
  125. Ventolin Expectorant (Glaxo Wellcome Indonesia)
  126. Vertivom (Global Multi Pharmalab)
  127. Winasal (Itrasal)
  128. Zenicold (Pabrik Pharmasi Zenith)
  129. Zentris (Novapharin)
  130. Zinc Go Forte (Afifarma)
  131. Zinc Sulfate Monohydrate (Bernofarm)
  132. Zinc Sulfate Monohydrate (Afi Farma)
  133. Zinfion (Infion)
  134. Alerfed Syrup (Guardian Pharmatama)
  135. Amoxan (Sanbe farma)
  136. Amoxicilin (Mersifarma TM)
  137. Azithromycin Syrup (Natura/Quantum Labs)
  138. Cazetin (Ifras Pharmaceutical Laboratories)
  139. Cefacef Syrup (Caprifarmindo Labs)
  140. Cefspan Syrup (Kalbe Farma)
  141. Cetirizin (Novapharin)
  142. Devosix drop 15 ml (Ifras Pharmaceutical Laboratories)
  143. Domperidon Sirup (Afi Farma)
  144. Etamox Syrup (Errita Pharma)
  145. Interzinc (Interbat)
  146. Nytex (Pharos)
  147. Omemox (Mutiara Mukti Farma)
  148. Rhinos Neo drop (Dexa Medica)
  149. Vestein (Erdostein) (Kalbe)
  150. Yusimox (Ifras Pharmaceutical Laboratories)
  151. Zinc Syrup (Afi Farma)
  152. Zincpro Syrup (Hexpharm Jaya)
  153. Zibramax (Guardian Pharmatama)
  154. Renalyte (Pratapa Nirmala)
  155. Amoksisilin (-)
  156. Eritromisin (-

 
Menurut Syahril, 156 obat sirup yang aman dan boleh dikonsumsi di atas dipastikan tidak menggunakan pelarut propilen glikol, polietilen glikol, sorbitol, gliserin atau gliserol, serta tidak berisiko tercemar etilen glikol dan dietilen glikol di atas ambang batas aman.

Syahril memastikan obat sirup atau cair di atas sudah boleh diresepkan tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan, serta boleh diperjualbelikan di apotek dan toko obat.

Kemenkes juga memperbolehkan tenaga kesehatan untuk meresepkan atau memberikan 12 obat yang sulit digantikan dengan sediaan lain berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan BPOM.

Daftar 12 obat tersebut antara lain Asam valproat (Valproic acid), Depakene, Depval, Epifri, Ikalep, Sodium valproate, Valeptik, Vellepsy, Veronil, Revatio syr, Viagra syr, dan Kloralhidrat (Chloral hydrate) syr.

“Dengan catatan, pemanfaatan obat tersebut harus melalui monitoring terapi oleh tenaga kesehatan,” jelas Syahril.

Baca juga: FIFA: Saatnya Fokus ke Piala Dunia 2022 di Qatar, Pertandingan Pembuka 20 November

Baca juga: Stan Dekranasda Diserbu Pengunjung JKPI IX Palembang, Bakri Siddiq: Peluang UMKM Lokal Go Nasional

Baca juga: Panas! Korea Utara Kirim 180 Jet Tempur usai Tembak 30 Rudal, Dihadang 80 Jet Tempur Korea Selatan

Kompas.com: Kemenkes Tegaskan Baru 156 Obat Sirup yang Aman Dikonsumsi

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved