Internasional
Perdana Menteri Israel Yair Lapid Minta Rakyat Bersatu, Usal Kalah dari Benjamin Netanyahu
Perdana Menteri Israel, Yair Lapid mengeluarkan permohonan persatuan nasional untuk seluruh rakyatnya.
SERAMBINEWS.COJM, JERUSALEM - Perdana Menteri Israel, Yair Lapid mengeluarkan permohonan persatuan nasional untuk seluruh rakyatnya.
Dia menyampaikan hal itu beberapa hari setelah dikalahkan dalam pemilihan nasional oleh mantan Perdana Menteri, Benjamin Netanyahu, dengan dukungan partai ultranasionalis sayap kanan.
Dalam upacara peringatan pembunuhan Perdana Menteri Yitzhak Rabin, Yair Lapid memperingatkan perpecahan mendalam setelah kampanye pemilihan kelima Israel sejak 2019.
Dia tampaknya membidik Zionisme, sebuah partai ekstremis yang pemimpinnya telah berulang kali membuat komentar anti-Arab dan anti-LGBTQ, seperti dilansir AFP, Senin (7/11/2022).
Agama Zionisme muncul sebagai partai terbesar ketiga di Parlemen dan akan memainkan peran besar dalam pemerintahan Netanyahu.
"Tidak ada kita dan mereka, tetapi hanya kita," kata Lapid dalam komentar publik pertamanya sejak pemilu pekan lalu.
Baca juga: AS Tegaskan Kembali Komitmen Solusi Dua Negara, Akhiri Konflik Palestina dan Israel
“Mayoritas mutlak warga negara ini percaya pada supremasi hukum, nilai-nilai demokrasi, dan saling menghormati," tambahnya.
“Mayoritas orang Israel menginginkan Yudaisme yang menyatukan kita, bukan Yudaisme yang merupakan alat politik dan tentu saja bukan Yudaisme yang mendukung kekerasan,” tambahnya.
Partai Likud Netanyahu, bersama dengan Agama Zionisme dan sepasang partai agama ultra-Ortodoks, merebut 64 kursi mayoritas dari 120 kursi parlemen dalam pemilihan Selasa (1/11/2022).
Mereka akan mengumpulkan mayoritas pemerintahan baru dalam beberapa minggu mendatang.
Koalisi Lapid, kumpulan beragam partai yang termasuk partai Arab pertama yang menjadi bagian dari pemerintah Israel, hanya memenangkan 51 kursi.
Pemilihan, seperti empat sebelumnya, berfokus pada kemampuan Netanyahu untuk memerintah saat dia menghadapi tuduhan korupsi.
Baca juga: Mantan PM Israel Benjamin Netanyahu Akan Kembali Berkuasa usai Memenangkan Pemilu
Agama Zionisme telah berjanji mendorong reformasi baru yang dapat melemahkan cabang peradilan Israel.
Termasuk memberikan kekebalan hukum kepada Netanyahu dan mungkin membuat tuduhan kriminal terhadapnya menghilang.
Para kritikus mengatakan agenda ini akan memberikan pukulan telak bagi lembaga-lembaga demokrasi Israel.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/2007Perdana-Menteri-Israel-Yair-Lapid.jpg)