Berita Banda Aceh
Atasi Banjir Akibat Hutan Aceh dan DAS Rusak, Demokrat Desak Pemerintah Prioritaskan Pemulihan DAS
Aceh kembali dilanda banjir parah dalam beberapa hari ini, khususnya Aceh Tamiang dan Aceh Tenggara
Penulis: Masrizal Bin Zairi | Editor: Muhammad Hadi
Laporan Masrizal | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Aceh kembali dilanda banjir parah dalam beberapa hari ini, khususnya Aceh Tamiang dan Aceh Tenggara.
Sebelumnya banjir juga sempat melanda beberapa daerah lain di Aceh dalam tahun ini.
Ketua Fraksi Demokrat DPRA, Nurdiansyah Alasta mengatakan, salah satu penyebab dari banjir tersebut karena rusaknya sebagian Daerah Aliran Sungai (DAS) yang ada di Aceh.
"Bencana banjir di Aceh kian masif. Ini disebabkan oleh daya dukung lingkungan kita yang kian melemah. Salah satunya yaitu rusaknya DAS yang kita miliki saat ini" ujar anggota DPRA dari Dapil Aceh 8 tersebut.
Menurutnya, 60 persen DAS di Aceh berada dalam kawasan hutan, sementara sebagian yang lain berada dalam kawasan penggunaan lainnya.
Hutan Aceh kian rusak karena aktivitas alih fungsi lahan sehingga berdampak pada rusak DAS yang ada.
Baca juga: Banjir Masih Landa 23 Gampong di Aceh Timur, Jembatan Beurandang Sudah Bisa Dilalui Kendaraan
"Sebagian besar DAS kita berada dalam kawasan hutan. Namun kawasan hutan kita semakin hari kian menyusut karena alih fungsi lahan.
Hal ini mengakibatkan rusaknya DAS. Sehingga mengakibatkan air meluap dan banjir," lanjutnya.
Banjir yang melanda Aceh berdampak sangat besar pada ekonomi dan sosial masyarakat Aceh.
Fraksi Demokrat menyayangkan apabila hal tersebut tidak segera diatasi maka masyarakat akan selalu menjadi korban setiap kali musibah banjir itu datang.
"Banjir yang melanda Aceh berdampak sangat luas. Terjadi kerugian secara ekonomi dan juga sosial.
Apabila tidak segera kita cari solusi, maka masyarakat akan menanggung semua resiko dan kerugian itu," ucapnya.
Baca juga: Polisi Selidiki Dugaan Perambahan Hutan Proyek Jalan Jantho - Lamno, Pakai Helikopter Patroli Udara
Oleh karena itu, untuk menanggulangi banjir tersebut, Fraksi Demokrat di DPRA mendesak pemerintah Aceh memprioritaskan pemulihan DAS yang ada di Aceh.
Terlebih saat ini Aceh sudah memiliki Qanun Nomor 7 Tahun 2018 Tentang Pengelolaan DAS Terpadu.
"Kita mendesak Pemerintah Aceh untuk memprioritaskan pemulihan DAS rusak yang ada di Aceh.
Ini juga merupakan salah satu komitmen kita terhadap implementasi Qanun tentang DAS Terpadu dalam upaya mengurangi resiko banjir di Aceh," tutup bendahara umum Demokrat Aceh itu.(*)
Baca juga: Pintu Rumah Mantan Pj Keuchik Disegel Warga, Diduga Larikan Dana BLT, Istrinya Hampir Diamuk Massa