Breaking News:

Berita Aceh Tenggara

Kejari Tahan Mantan Kades Istiqomah Terkait Korupsi Dana Desa

Mantan Kepala Desa Istiqomah, Kecamatan Darul Hasanah, Aceh Tenggara, berinisial HJD, ditahan penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Tenggara

Editor: bakri

KUTACANE - Mantan Kepala Desa Istiqomah, Kecamatan Darul Hasanah, Aceh Tenggara, berinisial HJD, ditahan penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Tenggara.

Tersangka ditahan usai dilakukan pemeriksaan selama 7 jam, mulai pukul 10.00 hingga 16.00 WIB, di ruangan pidana khusus (Pidsus) Kejaksaan setempat.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Aceh Tenggara, Syaifullah SH MH didampingi Kasi Pidsus Dedet Darmadi SH MH, Kasi Intel, Saiful Bahri dan Kasi BB & BR Rifo saat konferensi pers Senin (7/11/2022) mengatakan, tersangka HJD yang merupakan mantan Kepala Desa Istigomah ditahan di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) kelas IIB Kutacane.

Sebelum ditahan, penyidik Pidsus Kejari Aceh Tenggara sudah melakukan pemeriksaan dan langsung ditetapkan sebagai tersangka atas penyelewengan dana desa yang dikelolanya selama dua tahun, 2018-2019.

Penyidik Pidsus Kejari Agara sudah menemukan alat bukti yang cukup kuat untuk menetapkan HJD sebagai tersangka korupsi dana desa," kata Kajari Aceh Tenggara, Syaifullah.

Alokasi dana desa (ADD) tahun 2018 sebesar Rp 809.903.000 dan pada 2019 sebesar Rp 889.008.000 dengan total seluruhnya selama dua tahun berturut-turut senilai Rp 1,6 miliar.

Dalam pelaksanaan penyelidikan hingga ke tahap penyidikan, tim auditor dari Inspektorat Aceh Tenggara ada menemukan kerugian keuangan negara hasil perhitungan sementara ini senilai Rp 334.990.000.

“Kemungkinan perhitungan kerugian keuangan negara itu bisa bertambah, sehingga akan dilakukan perhitungan kembali oleh auditor," kata Kajari Aceh Tenggara.

Dalam kasus korupsi dana desa penyidik Kejari Aceh Tenggara menemukan dugaan penyelenggaraan beberapa proyek dan kegiatan yang dilaksanakan tersangka HJD semasa menjabat Kepala Desa pada tahun 2018 hingga 2019.

Seperti alokasi dana desa cukup banyak item yang ditemukan tidak sesuai peruntukan dan menyalahi peraturan yang berlaku.

Baca juga: Usai Diperiksa 7 Jam, Eks Kades Istiqomah Ditahan Kejari Aceh Tenggara, Kasus Korupsi Dana Desa

Baca juga: Jaksa Tuntut Terdakwa Korupsi Dana Desa di Aceh Tenggara 5 Tahun Penjara dan Bayar UP Rp 236 Juta

Sebelum, dalam kasus ini, penyidik Kejari Aceh Tenggara sudah memeriksa 13 saksi serta satu saksi ahli.

Dikatakan Syaifullah, tersangka sudah melakukan perbuatan tindak pidana korupsi atau penyalahgunaan wewenang yang dimaksud pada pasal 2 ayat (1) dan pasal 3 Jo pasal 18 ayat (1) huruf a,b, ayat (2), ayat (3 ) UU nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, sebagaimana telah diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan UU nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. (as)

Baca juga: Kapolres Aceh Jaya Ingatkan Keuchik Tidak Gunakan Dana Desa untuk Politik

Baca juga: Polres Aceh Besar Tahan Mantan Keuchik Piyeung Lhang, Diduga Korupsi Dana Desa, Begini Kasusnya

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved