Berita Pidie Jaya
Peut Sagoe Art Festival Pidie Jaya Meriah
Ratusan orang memadati acara dan menyaksikan berbagai atraksi penampilan kesenian, budaya, adat khas kabupaten setempat
Ingat, bangsa yang besar adalah bangsa yang bisa melestarikan budayanya," ujar Ihsanuddin.
Sementara Bupati Pidie Jaya dalam sambutan yang dibacakan Sekda Aceh, Ir Jailani mengatakan, atas nama Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya pihaknya menyampaikan apresiasi atas terlaksananya kegiatan Peut Sagoe Art Festival Pidie Jaya.
"Tentunya kami sangat mendukung penuh pelaksanaan kegiatan ini.
Demi menjaga eksistensi nilai-nilai seni dan tradisi budaya yang telah berkembang sejak lama di Aceh khususnya Pidie Jaya.
Ajang Peut Sagoe Art Festival Pidie Jaya perlu dilaksanakan untuk dapat menggambarkan berbagai macam kebudayaan tradisional dan kesenian masyarakat serta menciptakan regenarasi seni terhadap generasi muda Pidie Jaya," ujarnya.
Sehari sebelumnya, Kadisbudpar Aceh, Almuniza Kamal, mengatakan, Disbudpar Aceh memiliki tagline ‘Lestarikan Budaya, Majukan Pariwisata’.
“Tagline ini merupakan konsep kami untuk mempromosikan potensi kebudayaan dan kepariwisataan Aceh.
Baca juga: Malam Ini, Koetaradja Music Festival Digelar di Taman Budaya
Dan kedua event tersebut (Peut Sagoe Art Festival dan Festival Dike Maulid) merupakan salah satu upaya kami melestarikan kebudayaan Aceh,” kata Almuniza.
Menurutnya, melalui budaya, wisatawan akan merasakan dan mempelajari berbagai kebudayaan dan keanekaragaman kearifann lokal (dike, seumapa, hikayat, tarian, dan lain-lain) yang dimiliki Aceh.
Almuniza menambahkan, potensi budaya dan kearifan lokal dalam pengembangan pariwisata Aceh tak hanya berpotensi mendongkrak kepariwisataan, melainkan juga menjadi bagian dari produk kreativitas manusia yang memiliki nilai ekonomis, sehingga pertumbuhan ekonomi masyarakat Aceh juga ikut terdampak.
Salah satu sektor pariwisata Tanah Air yang diminati oleh wisatawan adalah wisata budaya berbasis keunikan dari tradisi, dan Aceh kaya akan wisata budaya dan objek wisata minat khusus yang tersebar hampir di seluruh Aceh.
“Jadi dalam pembangunan pariwisata berkelanjutan, sektor kebudayaan harus diutamakan.
Pembangunan kepariwisataan harus berkontribusi dalam perlindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan kebudayaan,” pungkas Almuniza Kamal. (dan)
Baca juga: Festival Didong 2022 Digelar di Bener Meriah
Baca juga: Realis Kegiatan Festival dan Gelar Karya Jurusan Seni Pertunjukan ISBI Aceh
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/acara-Peut-Sagoe-Art-Festival-di-Lapangan.jpg)