Kupi Beungoh
Empat Kunci Masuk Surga dengan Aman
Kamu tidak akan masuk syurga sampai kamu beriman, dan kamu tidak akan beriman sampai kamu saling mencintai, maukah aku tunjukkan kepadamu sesuatu yang
Nabi Ibrahim pernah menyuguhkan menu terbaik kepada tamu yang datang ke rumahnya walaupun dia tidak mengenal tamu tersebut, beliau pernah menyuguhkan anak sapi panggang kepada tamu nya (padahal tamu nya adalah Malaikat).
Abu Thalhah (bersama isterinya Ummu Sulaim) menjamu tamu Rasulullah, yang mereka miliki hanya makanan anak-anak mereka.
Kisah wanita yang mengeluh kepada Rasulullah saw, perihal suaminya sering undang tamu makan ke rumah, ternyata nabi memperlihatkan kepada Wanita tersebut usai nabi beserta tamu keluar ternyata banyak binatang berbisa yang juga ikut keluar dari rumahnya, ini artinya tamu yang datang akan datang bersama para Malaikat dan Ketika tamu keluar akan ikut keluar semua yang berpotensi tidak baik/ malapetaka dari rumah tersebut.
3. Menjalin silaturrahmi sesama kerabat (Silul Arham)
Dalam surah an Nisa’ ayat 1 ada dua poin penting yang disampaikan:
a. Perintah Taqwa
b. Perintah memellihara hubungan kekeluargaan
Ayat tersebut menjelaskan skala Prioritas menjaga dan memperkuat hubungan sesama kerabat (yang ada hubungan darah)
Wa ati zal qurba haqqahu
Dan berikanlah/ tunaikanlah haknya kepada kerabat dekat (Q.S. al Isra’: 26)
Wa’budulla wala tusyriku bihi syai’an wabil walidaini ihsaanan wa zil qurba…
Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan Nya dengan sesuatu pun, dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, karib kerabat…(Q.S. An Nisa’: 36)
Yas aluunaka madha yunfikun qul ma anfaqtum min khairin falil waalidaini wal aqrabin ...
Mereka bertanya tentang apa yang mereka nafkah kan, jawablah: ”apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu bapa, kaum kerabat…(Q.S. al Baqarah: 215)
Dalam kitab Bughyatul Mustarsyidin yang dikarang oleh Sayyid Ba’lawi al Hadhrami, dinuqilkan pendapat Imam As Sayuthi bahwa: ”sedekah yang diberikan kepada kerabat yang sangat membutuhkan kelipatan fahalanya Sembilan ratus”.
Wawahidatun bi tis’i mi’ah wa hiya ‘alal dhi qarabah muhtaj
Satu dibalas dengan Sembilan ratus yaitu bersedekah kepada kerabat yang sangat memerlukan.
4. Shalat Malam/ Tahajjuj (Shallu bil Lail wan Nasu Niyam)
Empat keutamaan orang yang shalat tahajjuj (intisari dari Q.S. al Isra’:79-80)
a. Kariernya bagus/Maqamam mahmuda
b. Dibimbing disetiap mengawali pekerjaan/ rabbi adkhilni mudkhala sidqin
c. Ada solusi setiap ada permasalahan/ wa akhrijni mukhraja sidqin
d. Selalu ditolong Allah/ waj’alli min ladunka sulthanan nasira
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/opini-89i9i9i.jpg)