Minggu, 7 Juni 2026

Kupi Beungoh

Empat Kunci Masuk Surga dengan Aman

Kamu tidak akan masuk syurga sampai kamu beriman, dan kamu tidak akan beriman sampai kamu saling mencintai, maukah aku tunjukkan kepadamu sesuatu yang

Tayang:
Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/FOR SERAMBINEWS.COM
Tgk H.Sulaiman M.Hasan Lc. MA Penasihat IKAT (Ikatan Alumni Timur Tengah), Pengurus Dewan Dakwah Aceh Bid.Hubungan Luar Negeri, dan Kabag keistimewaan dan Keagamaan Biro Isra Setda Aceh. 

2. Memberi Makan (At’imut Tha’am)

Ibrahim digelar dengan Khalilullah salah satu alasannya adalah lantaran gemar menjamu makan orang lain, bahkan digambarkan beliau rela berjalan 1 atau 2 mil untuk mencari kawan yang bisa makan bersama.

Apakah Masuk Surga Sesudah Masuk Neraka? - Konsultasi Agama Islam

Termasuk dari praktek yang sangat luar biasa yang sudah dipraktekkan oleh Sebagian orang, ketika duduk bersama di restoran, kedai kopi berebut untuk menjadi yang lebih cepat bayar, ini merupakan satu sikap yang patut diapresiasikan dan perlu dipertahankan.

Tafsir Ibnu Kasir, Ketika menafsirkan surah al Balad ayat 12:

“wama adraaka mal ‘aqabah”

Tahukah kalian apakah jalan yang mendaki lagi sukar itu?

Ibnu Umar menyebutkan:itu adalah nama sebuah gunung dalam Neraka Jahannam,

Qatadah menyebutkan: jalan mendaki, sulit lagi keras
Ada yang menyebutkan jalan yang membentang di atas Neraka Jahannam, ada pula yang mengatakan Neraka Jahannam itu sendiri,

Bagaimana kita bisa dimudahkan dari jalan yang sangat sukar dan mendaki tersebut? dijelaskan selanjutnya oleh ayat 13:

“Fakku raqabatin” (memerdekakan budak)

“Aw ith’amun fi yaumin dhi masghabah” (atau memberi makan pada hari kelaparan)

Memberi makan ketika orang berbuka puasa di hari senin dan kamis, memberi makan Ketika orang sangat membutuhkan, Ketika sedang musibah/ banjir (yang sedang melanda masyarakat dan saudara kita di Aceh Tamiang), semua termasuk dalam katagori tersebut.

Dalam hadis lain yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar, memberi makan termasuk di antara amalan terbaik yang sangat di cintai oleh Allah, salah satu nya yaitu: “tathrudu anhu ju’an” (menghilangkan rasa lapar dari seseorang)
Memuliakan tamu dikaitkan dengan keimanan kepada Allah dan hari akhirat,

“Man kana yu’minu billahi wal yaumil akhir fal yukrim dhaifahu”

Barang siapa yang beriman dengan Allah dan hari akhirat maka hendaklah dia memuliakan tamunya (HR. Bukhari dan Muslim).

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved