Kamis, 7 Mei 2026

Hari Pahlawan Nasional

Terbaru! Ini 5 Pahlawan Asal Aceh Lengkap dengan Biografinya, Ada Cut Meutia hingga Teuku Umar

Ada banyak jasa para pahlawan asal Aceh yang turut mengantarkan Indonesia menjadi negara merdeka dan berdulat seperti sekarang ini.

Tayang:
Penulis: Firdha Ustin | Editor: Amirullah
direktoratk2krs.kemsos.go.id
Pahlawan Nasional Asal Aceh Teungku Chik di Tiro 

2. Cut Meutia

Pahlawan Nasional Cut Meutia P
Pahlawan Nasional Cut Meutia P (direktoratk2krs.kemsos.go.id)

Cut Meutia adalah sosok pahlawan nasional kelahiran 1870 di Pirak, Aceh Utara.

Beliau adalah pemimpin gerilyawan Aceh yang berperang melawan pasukan kolonial Belanda.

Pada Agustus 1902, pasukan Teuku Chik Tunong dan Cut Meutia mencegat pasukan Belanda yang berpatroli di daerah Simpang Ulim Blang Nie dan berhasil merebut 42 pucuk senapan.

Namun dalam pertempuran tersebut suami Cut Meutia, Teuku Chik Tunong gugur.

Gugurnya pemimpin pasukan tidak memadamkan semangat untuk terus melakukan perlawanan terhadap Belanda, sehingga Cut Meutia mengambil alih posisi paling depan.

Cut Meutia gugur pada pertempuran di Alue Kurieng pada usia 40 tahun pada 24 Oktober 1910 dan dimakamkan di Pirak Timur, Aceh Utara.

Cut Meutia kemudian ditetapkan menjadi pahlawan nasional pada 2 Mei 1964 melalui SK No.107 Tahun 1964.

Baca juga: Irwandi Disambut bak Pahlawan, Anak & Cucu Ikut Menjemput, Steffy Burase Sempat Tertahan di Bandara

3. Teungku Chik di Tiro

Pahlawan Nasional Teungku Chik di Tiro
Pahlawan Nasional Teungku Chik di Tiro (direktoratk2krs.kemsos.go.id)

Teungku Muhammad Saman atau Chik di Tiro adalah sosok pahlawan nasional kelahiran 1836 di Pidie, Aceh.

Beliau adalah sosok yang mengumpulkan pejuang-pejuang Aceh yang tercerai berai untuk membentuk pasukan yang dikenal sebagai Angkatan Perang Sabil.

Angkatan Perang Sabil yang dibentuknya sangat diperhitungkan karena telah berhasil merebut benteng-benteng Belanda di Indrapuri, dilanjutkan ke daerah Samahani di akhir tahun 1881.

Pada 1885, pasukan Teungku Chik di Tiro kembali mencatat kemenangan dengan berhasil merebut benteng Aneuk Galong.

Tak mau berlama-lama diserang, Belanda akhirnya memakai "siasat liuk" dengan menyuruh penyusup untuk meracuni makanan Teungku Chik di Tiro.

Teungku Chik di Tiro wafat pada usia 55 tahun pada Januari 1891 di Benteng Aneuk Galong dan dimakamkan di Indrapura, Aceh Besar.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved