Berita Aceh Tamiang
Tujuh Desa Lagi Masih Terisolasi akibat Banjir Aceh Tamiang
Banjir di Kabupaten Aceh Tamiang sebagian besar telah surut, terutama kawasan hulu dan tengah
Untuk menjamin agar kebutuhan pangan warga terpenuhi, pemerintah memasok ke kantor desa.
Selanjutnya aparatur desa yang meneruskan kepada warganya.
Menurut Devita, banjir kali ini berlangsung lebih panjang.
Biasanya dua hingga empat hari banjir telah benar-benar surut, tetapi kali banjir berlangsung lebih dari 10 hari.
Bahkan, banjir menggenangi jalan nasional.
Selama lima hari transportasi Aceh-Sumatera Utara lumpuh.
Sebanyak 7.700 rumah warga di dalam 12 kecamatan tergenang.
Sebanyak 29.000 lebih warga mengungsi.
Ini menjadi bencana banjir terbesar setelah banjir bandang 2006.
Baca juga: Banjir Rendam 5 Desa di Seunagan Timur dan Beutong Surut, BPBD Nagan Raya Tetap Siaga
Kini warga yang berada di hulu dan tengah telah kembali ke rumah untuk membersihkan rumah dari lumpur banjir.
Namun, dapur umum masih dibuka agar kebutuhan pangan korban tetap terpenuhi saat warga sedang fokus menata tempat tinggal.
Pemkab Aceh Tamiang belum menghitung nilai kerugian dampak banjir.
Kerugian ditimbulkan karena kerusakan infrastruktur publik, sawah, tambak, dan kerusakan rumah.
Banjir juga membuat aktivitas pendidikan berhenti total.
Sebanyak 122 sekolah terendam.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Posyandu-di-Kecamatan-Bendahara-Aceh-Tam.jpg)