Breaking News:

Asuransi Padi

Pemerintah Ganti Rugi Padi Kena Banjir yang Terdaftar dalam Asuransi dengan Kerusakan 75 Persen

Untuk asuransi tanaman pangan, sebut Cut Huzaimah, dari Kementan, Aceh baru mendapat untuk komoditi tanaman padi, lainnya belum.

Penulis: Herianto | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM/HERIANTO
Kadistanbun Aceh, Cut Huzaimah SP, MP 

Laporan Herianto I Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh Ir Cut Huzaimah MP menyatakan akan mengganti rugi kerusakan tanaman padi petani, di Aceh Utara, Aceh Tamiang dan daerah lainnya yang terkena banjir di atas 75 persen.

Syaratnya, tanaman padi tersebut harus terdaftar dalam asuransi tanaman padi, pada PT Jasindo.

“Tanaman padi yang rusak akibat banjir mencapai di atas sebesar 75 persen dan masuk dalam dalam daftar asuransi tanaman padi di PT Jasindo, kerugian tanaman padinya akan dibayar Rp 6 juta/hektar,” kata Kadistanbun Aceh, Cut Huzaimah kepada Serambinews.com, Senin (124/11/2022) di Banda Aceh.

Untuk asuransi tanaman pangan, sebut Cut Huzaimah, dari Kementan, Aceh baru mendapat untuk komoditi tanaman padi, lainnya belum.

Selain Genangi Rumah Warga, Banjir di Aceh Utara Juga Rendam 120 Hektare Sawah

Pada tahun anggaran 2022 ini, Kementan memberikan alokasi asuransi tanaman padi untuk Aceh seluas 4.000 hektar. Besaran nilai polis asuransi tanaman padi per hektar3 senilai Rp 180.000.

Petani menunjukkan padi miliknya yang sudah busuk jelang masa panen akibat terendam banjir di Desa Meunje, Aceh Utara, Kamis (13/10/2022). Data Dinas Pertanian dan Pangan setempat menyebutkan, banjir besar yang melanda merendam 4.901 hektare sawah 259 hektar padi siap panen dipastikan puso sehingga petani gagal panen.
Petani menunjukkan padi miliknya yang sudah busuk jelang masa panen akibat terendam banjir di Desa Meunje, Aceh Utara, Kamis (13/10/2022). Data Dinas Pertanian dan Pangan setempat menyebutkan, banjir besar yang melanda merendam 4.901 hektare sawah 259 hektar padi siap panen dipastikan puso sehingga petani gagal panen. (ANTARA FOTO/RAHMAD)

Dari nilai besaran polis asuransi tanaman padi tersebut, Kementan menanggung 80 persen atau senilai Rp 144.000/hektare dan daerah (APBA) menanggung sebesar 20 persen atau senilai Rp 36.000/hektare.

Tanaman padi petani yang masuk dalam daftar asuransi tanaman padi pada Asuransi PT Jasindo, sebut Kadistanbun Aceh Cut Huzaimah, satu rupiah pun petaninya, tidak perlu membayar, kecuali mengisi formulir pendaftaran yang diajukan ketua kelompok tani.

Tidak semua tanaman padi di Aceh bisa dimasuk dalam daftar asuransi tanaman padi di PT Jasindo. Kuota asuransi tanaman padi yang diberikan Kementan tahun ini untuk Aceh, hanya untuk areal tanaman padi seluas 4.000 hektare.

Petani di Aceh Timur yang Ditemukan Meninggal di Sawah Ternyata Punya Riwayat Penyakit Jantung

Sedangkan luas areal sawah baku di Aceh mencapai 213.996 hektar. Itu artinya, areal sawah petani yang bisa di asuransikan baru sebesar 1,8 persen, dari luas sawah bakunya.

Oleh karena itu, areal tanaman padi yang dimasukkan dalam daftar asuransi tanaman padi di PT Jasindo, adalah tanaman padi yang tingkat ancaman bencana alamnya cukup tinggi, seperti lokasi persawan rawan banjir, rawan kekeringan dan rawan serangan hama.

Dalam peristiwa banjir di Aceh Utara pada bulan Nopember ini, sebut Cut Huzaimah, ada sekitar 314 hektar tanaman padi petani yang terkena banjir dan masuk dalam daftar asuransi PT Jasindo.

Penampakan lokasi tanaman padi yang terendam banjir di Aceh Tenggara, Jumat (4/11/2022)
Penampakan lokasi tanaman padi yang terendam banjir di Aceh Tenggara, Jumat (4/11/2022) (SERAMBINEWS/FOR SERAMBINEWS.COM)

Tapi setelah dilakukan verifikasi oleh pihak Kementan dan Tim PT Jasindo, baru untuk areal tanam seluas 156 hektar yang bisa dibayar klaim asuransi tanaman padinya. Nilai asuransinya sekitar 936 juta.

Untuk tanaman padi di Aceh Tamiang, kata Cut Huzaimah, pihaknya juga saat ini sedang mendata dan akan mengusulkan kepada Kementan untuk pembayaran klaim asuransi tanaman padinya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved