Opini
Pentingkah Jalan Tol Aceh?
Saat ini masyarakat Aceh sudah dapat mencicipi jalur Blang Bintang sampai Seulimeum sejauh 36 Km yang telah terhampar di lintasan tol Sibanceh
OLEH Dr Ir DANDI BACHTIAR MSc, Dosen di Jurusan Teknik Mesin dan Industri Universitas Syiah Kuala
JALAN tol Aceh sudah terbangun.
Meski belum selesai seluruhnya, namun sebagian ruas tol yang telah terbangun sudah dapat dinikmati oleh masyarakat Aceh.
Ruas tol Sibanceh (Sigli-Banda Aceh) sudah dimulai pengerjaannya sejak 2019 yang meliputi 6 (enam) seksi.
Seksi 1 (Padangtiji-Seulimeum), seksi 2 (Seulimeum-Jantho), seksi 3 (Jantho-Indrapuri), seksi 4 (Indrapuri-Blang Bintang), seksi 5 (Blang Bintang-Kutabaro) dan terakhir seksi 6 (Kutabaro-Simpang Baitussalam).
Saat ini masyarakat Aceh sudah dapat mencicipi jalur Blang Bintang sampai Seulimeum sejauh 36 Km yang telah terhampar di lintasan tol Sibanceh.
Direncanakan tol Aceh yang membentang dari Banda Aceh hingga kota Medan menjadi urat nadi utama transportasi darat Aceh.
Walau itu masih belum terwujud, setidaknya progress Sibanceh yang mengawali proses pembangunan tol Aceh telah membuka peluang dan harapan besar akan terwujudnya tol Aceh.
Yang lebih utama lagi, tol Aceh akan menjadi bagian dari jalur tol Sumatera yang menghubungkan semua kota-kota besar di lintasan Pulau Sumatera.
Sebuah cita-cita besar yang sudah tergaung lama sejak zaman Orba dulu.
Baca juga: Hutama Karya Bangun Perlintasan Satwa Liar di Jalan Tol Seksi I Pidie-Seulimum
Baca juga: Jalan Tol Sibanceh Beroperasi Penuh September 2023, Masih Ada 106 Bidang Tanah belum Dibebaskan
Memang bukan hal yang mudah untuk mewujudkan perhubungan darat yang modern lewat tol di Sumatera ini.
Saya masih ingat bagaimana perjuangan para pihak yang berkepentingan akan ide pembangunan tol Sumatera.
Berbagai gagasan dan strategi dijalankan untuk dapat mewujudkan cita-cita besar itu.
Namun kebanyakan terjebak dengan berbagai rintangan dan kendala.
Yang bahkan sampai kini pun masih tetap menghadang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/dr-dandi-bachtiar-pencinta-sejarah-pernah-bekerja.jpg)