Selasa, 2 Juni 2026

Internasional

Anwar Ibrahim Tetap Berusaha Menjadi Perdana Menteri Malaysia, Ini Menjadi Peluang Terakhir

Pemimpin oposisi abadi Malaysia, Anwar Ibrahim tetap berusaha menjadi Perdana Menteri Malaysia.

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
AFP
Pemimpin oposisi abadi Malaysia, Anwar Ibrahim 

SERAMBINEWS.COM, KUALA LUMPUR - Pemimpin oposisi abadi Malaysia, Anwar Ibrahim tetap berusaha menjadi Perdana Menteri Malaysia.

Namun, dengan usianya yang sudah di atas 70 tahun, Pemilu Malaysia pada Sabtu (19/11/2022) menjadi peluang terakhir memenangkan jabatan puncak.

Pria berusia 75 tahun, yang karir politiknya berlangsung empat dekade, melalui koalisinya, Pakatan Harapan (Alliance of Hope) akan dapat memenangkan kursi.

Sehingga, diharapkan akan cukup membentuk pemerintahan untuk menggantikan partai berkuasa yang tercemar korupsi.

Anwar yang sudah dua kali menjalani hukuman penjara, selama ini hanya menjadi runner-up politik Malaysia.

Saat ini, Anwar bisa kehabisan waktu untuk mencapai ambisinya yang telah lama dipegang namun sulit dipahami untuk memimpin negara Asia Tenggara itu.

Baca juga: Mahasiswi asal Aceh Tampil di Panggung Cultural Exhibition of Indonesia di Malaysia

“Ini pemilihan terakhir Anwar," kata Bridget Welsh dari University of Nottingham Malaysia kepada AFP, Kamis (17/11/2022).

"Jika dia gagal mendapatkan dukungan untuk menjadi PM, maka dia harus minggir,” tambahnya.

“Jika dia memilih untuk tetap bertahan, ini hanya akan melemahkan oposisi dan memecah belahnya," katanya.

"Masih ada pemimpin lain yang siap memimpin Malaysia,” ujarnya.

Anwar merupakan seorang pemimpin pemuda Muslim yang berapi-api ketika direkrut pada 1982 ke dalam Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO).

Sebuah partai politik utama yang memerintah Malaysia selama 60 tahun lebih.

Bintangnya meroket, dengan politisi muda ramah menjadi Menteri Keuangan.

Baca juga: Kisah Pekerja Migran di Malaysia, TKW Aceh Utara Tujuh Tahun tak Pernah Terima Gaji

Kemudian menjadi Wakil Perdana Menteri pada awal 1990-an di bawah mantan Perdana Menteri Mahathir Mohamad, penyeimbang muda untuk veteran politik.

Pasangan tersebut, yang dianggap sebagai salah satu duo paling dinamis dalam politik Asia Tenggara saat itu, segera terurai.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved