Breaking News:

Luar Negeri

Dituduh Korupsi dan Jual Hadiah Negara Senilai Rp 31 Miliar, Imran Khan Mantan PM Pakistan Melawan

Imran Khan dituduh melakukan korupsi dan secara ilegal menjual hadiah dari tamu asing senilai 2 juta dollar AS atau setara Rp 31 Miliar.

Editor: Faisal Zamzami
AFP/Arif ALI
Mantan Perdana Menteri Pakistan Imran Khan berbicara kepada media di sebuah rumah sakit Lahore, setelah upaya pembunuhan terhadapnya pada Jumat (4/11/2022). 

SERAMBINEWS.COM, ISLAMABAD - Mantan perdana menteri (PM) Pakistan Imran Khan dituduh melakukan korupsi dan secara ilegal menjual hadiah dari tamu asing senilai 2 juta dollar AS atau setara Rp 31 Miliar.

Barang-barang yang dijual termasuk sebuah jam antik unik, pena emas, cincin, dan kancing manset yang diberikan kepadanya oleh putra mahkota Saudi, Mohammed bin Salman (MBS), menurut laporan  pada Jumat (18/11/2022).

Seorang pengusaha yang berbasis di Dubai, Farooq Zahoor, mengklaim di Geo News Pakistan pada Selasa (15/11/2022) bahwa dia membeli hadiah tersebut secara tunai, dari seorang teman dekat mantan perdana menteri pada 2019 di Uni Emirat Arab.

Polisi 70 tahun itu membantah tuduhan tersebut dan mengatakan itu adalah bagian dari kampanye untuk memfitnahnya.

Dia telah berjanji akan menuntut jurnalis, jaringan media dan Zahoor di pengadilan di London dan UEA atas "pembunuhan karakter" mereka. Langkah itu dilakukan karena menurutnya, dia tidak memiliki harapan dalam sistem peradilan Pakistan.

Penjualan hadiah negara oleh Khan terkenal sebagai masalah Toshakhana, ini mengacu pada "rumah harta karun" selama era Mughal.

Benda itu biasanya akan disimpan oleh penguasa pangeran “Anak Benua” untuk menyimpan dan memajang hadiah yang diberikan kepada mereka.

Nama tersebut sekarang diberikan kepada departemen pemerintah yang menyimpan hadiah yang diberikan kepada pejabat negara.

Itu menjadi skandal politik nasional setelah komisi pemilihan Pakistan (ECP) mendiskualifikasi dan melarangnya dari pemilihan umum selama lima tahun.

Baca juga: Imran Khan Hampir Terbunuh, Menteri Penerangan Pakistan Tuduhnya Menghasut Kekerasan

Perlawanan  Imran Khan

Khan juga dituduh memberikan "pernyataan palsu dan pernyataan yang salah," tentang hadiah yang diterimanya dari para pemimpin asing saat berkuasa.

 
Atlet kriket terkemuka Pakistan itu telah menggugat putusan diskualifikasi pencalonannya di pengadilan tinggi Islamabad dan kasusnya masih dalam proses pengadilan.

Sejak Khan digulingkan dari kekuasaan pada April setelah mosi tidak percaya, kontroversi terus berlanjut atas dugaan praktik korupsi, pernyataan palsu, dan kegagalan untuk melaporkan hadiah mewah dan mahal yang diterimanya saat menjabat.

Itu termasuk hadiah dari negara-negara Arab yang kaya, termasuk dari putra mahkota Arab Saudi dan pemimpin Dubai.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved