Kupi Beungoh

Simalakama Kebijakan Wisata-Protektif Mesir

Militer dan kepolisian menjadi instrumen utama Pemerintah Mesir dalam menjaga wisatawan mancanegara yang datang ke negara ini

Editor: Muhammad Hadi
FOR SERAMBINEWS.COM
Akademi UIN Ar Raniry, Mijaj Iskandar saat mengunjungi destinasi wisata di Mesir 

Oleh: Mizaj Iskandar*)

Sebagai negara yang sangat mengandalkan para wisata. Mesir punya pendekatan berbeda dalam melindungi wisatawan yang berkunjung ke negeri para mumi ini.

Militer dan kepolisian menjadi instrumen utama Pemerintah Mesir dalam menjaga wisatawan mancanegara yang datang ke negara ini.

Setibanya di Cairo International Airport, pelancong yang masuk ke Mesir menggunakan visa turis tidak bisa langsung bergerak ke destinasi wisata yang telah mereka rencanakan.

Para turis diwajibkan berangkat bersama dalam deretan konvoi dan dikawal ketat oleh aparat keamanan dengan menggunakan mobil Voorijder. Tentu bagi pelancong Indonesia, hal seperti ini tidak lazim.

Baca juga: Aceh dan Kepemimpinan Militer (XII) Benarkah Iskandar Muda Raja Liberal ?

Konvoi pelancong dengan pengawalan ketat petugas keamanan ala Mesir ini mengingatkan kita seperti konvoi kendaraan yang terjadi saat konflik bersenjata di Aceh.

Di tempat-tempat destinasi wisata pun terlihat banyak sekali aparat berseragam maupun tidak berseragam menenteng senjata wara-wiri.

Bahkan wisatawan yang hendak masuk ke tempat wisata maupun hotel wajib melewati metal detector dan diperiksa keseluruhan badan bak yang acap terjadi di bandara.

Keadaan lebih menyeramkan saat wisatawan ingin berkunjung ke destinasi wisata di luar kota Kairo, seperti kota Alexandria, St. Catherine maupun Port Said.

Selama dalam perjalanan seorang petugas keamanan bersenjata menggunakan setelan jas, dasi, celana pantalone dan sepatu pantofel ikut ke dalam bus wisatawan.

Bukan berarti dengan adanya pengawal dalam bus, semuanya menjadi baik-baik saja.

Baca juga: Museum Agung Mesir Segera Dibuka Untuk Umum, Dipenuhi Artefak Kuno

Setiap radius 10 kilometer, bus wisatawan harus berhenti di tempat check points.

Di tempat ini, polisi maupun militer yang menjaga tidak segan-segan naik ke dalam bus dan memeriksa jika dirasa ada yang mencurigakan.

Yang lebih menggelikan lagi, kebijakan Pemerintah Mesir yang melarang wisatawan untuk mengambil swafoto di tempat-tempat tertentu.

Terutama di kawasan wisata yang berada di bawah pengawasan militer, seperti Terusan Suez dan perbatasan Mesir dengan Israel.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved