Breaking News:

Banjir

Dihantam Banjir, Jembatan Alue Krueb Peusangan Siblah Krueng Bireuen Putus

Setelah jembatan putus, warga berinisiatif memberi tanda tidak bisa lewat, bagi pengendara roda dua masih bisa melintas di atas papan yang diletakkan

Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/YUSMANDIN IDRIS
Satu jembatan permanen di Desa Alue Krueb, Peusangan Siblah Krueng putus, kendaraan roda empat tidak bisa lewat, sepeda motor dapat melintas setelah dipasang papan di jembatan yang amblas tersebut. 

Laporan Yusmandin Idris I Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Satu jembatan permanen di Desa Alue Krueb, Peusangan Bireuen menghubungkan ke Kecamatan Makmur, Bireuen putus sekitar pukul 02.00 WIB, Sabtu (19/11/2022) dinihari setelah banjir besar melanda kawasan tersebut.

Amatan Serambinews.com, jembatan plat beton tersebut putus di bagian timur tembus ke bawah terpisah antara lantai jembatan dengan badanjalan, sedangkan sebelah timur juga putus, namun tidak sampai ke bawah. Posisi jembatan miring ke bawah mencapai 50 derajat lebih.

Kendaraan roda empat maupun becak tidak bisa lewat sama sekali, sedangkan sepeda motor dapat melintas pada papan yang dipasang warga setempat. Sejumlah warga ikut membantu menyeberangkan sepeda motor
bagi yang tidak berani melintas, terutama kaum ibu.

Camat Peusangan Siblah Krueng Bireuen Lantik Keuchik Gampong Awe Geutah Paya

Sedangkan becak mesin tidak bisa lewat sama sekali. Amrizal selaku tuha peut Gampong Alue Krueb kepada Serambinews.com mengatakan, awalnya hujan deras dan terjadi banjir, ketinggian air mencapai 1 meter lebih.

Sekitar pukul 02.00 WIB, Sabtu (19/11/2022) diketahui jembatan sudah putus atau patah. Patah bagian timur sampai ke bawah dan terlihat air, sedangkan ujung sebelah barat juga patah, namun tidak tembus ke bawah.

Jembatan tersebut sarana utama ratusan warga dari Alue Krueb dan beberapa desa lainnya ke Kecamatan Makmur dan sebaliknya. Jembatan tersebut berada di Desa Alue Krueb, Peusangan Siblah Krueng ke Matang Kumbang, Makmur, setiap hari ratusan warga melintas mengangkut hasil bumi dan lainnya, setiap pagi anak sekolah melintasi jembatan tersebut.

Setelah jembatan putus, warga berinisiatif memberi tanda tidak bisa lewat, bagi pengendara roda dua masih bisa melintas di atas papan yang diletakkan antara jembatan patah dan badan jalan

Sedangkan banjir di kawasan tersebut sudah surut, namun belasan hektare tanaman padi yang sudah bisa dipanen sempat terendam banjir genangan.

“Banjir setelah hujan deras tidak begitu lama sekitar 3 jam, kemudian air mengalir ke berbagai saluran, namun dampaknya jembatan patah dan banyak tanaman padi rusak,” ujar Amrizal yang didampingi sejumlah warga lainnya.(*)

PAN Banda Aceh Perkuat Saksi Jelang Pemilu 2024

Hadir di Keumala, Pj Gubernur Aceh : Minta Kalangan Tua Gandeng Kaum Muda Bangun Pidie

Jalan Banda Aceh-Medan di Bukit Seumadam Aceh Tamiang Sudah Bisa Dilintasi, Tapi Masih Rawan Longsor

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved