Jumat, 10 April 2026

Internasional

India Berhasil Meluncurkan Roket Pertama Pihak Swasta, Dikembangkan Oleh Skyroot

India berhasil meluncurkan roket pertama yang dikembangkan pihak swasta.

Editor: M Nur Pakar
NPR
Roket Skyroof lepas landas dari lokasi peluncuran badan antariksa India dekat Chennai, India, Sabtu (19/11/2022). 

SERAMBINEWS.COM, BENGALURU - India berhasil meluncurkan roket pertama yang dikembangkan pihak swasta.

Itu menjadi tonggak sejarah dalam upaya negara tersebut menciptakan industri luar angkasa komersial dengan biaya terjangkau.

Roket seberat 545 kg itu dikembangkan oleh startup luar angkasa Skyroot.

Roket lepas landas dari lokasi peluncuran badan antariksa India dekat Chennai dan mencapai ketinggian puncak 89,5 kilometer.

Roket itu memiliki kemampuan mencapai Mach 5 atau lima kali kecepatan suara sambil membawa muatan 83 kg ke ketinggian 100 kilometer, kata perusahaan itu.

Tim Skyroot telah menetapkan target 80 km untuk peluncuran pertamanya, sebuah tolok ukur yang ditetapkan oleh beberapa lembaga sebagai batas luar angkasa.

Baca juga: Arab Saudi Kirim Astronaut Perempuan ke Luar Angkasa Tahun 2023, Visi Ambisius Putra Mahkota MBS

Garis Karman ditetapkan oleh badan penerbangan internasional sebagai batas antara atmosfer dan ruang angkasa Bumi pada ketinggian 100 km.

Dilansir AFP, Sabtu (19/11/202), rekaman video menunjukkan roket lepas landas dari pusat ruang angkasa, meninggalkan kepulan asap dan api di jalurnya.

Roket jatuh di Teluk Benggala sekitar 5 menit setelah peluncuran, kata para pejabat.

“Saya dengan senang hati mengumumkan awal mula Misi Prarambh telah berhasil diselesaikan,” kata Pawan Goenka, yang mengepalai badan pemerintah India yang mengkoordinasikan kegiatan luar angkasa sektor swasta.

Skyroot, yang dimulai oleh Pawan Chandana dan Bharath Daka, telah menetapkan target pemotongan biaya pengembangan hingga 90 persen dibandingkan platform yang ada untuk meluncurkan satelit kecil.

Diharapkan untuk penghematan biaya menggunakan arsitektur roket yang dapat dirakit dalam waktu kurang dari 72 jam dengan material komposit.

Baca juga: Sultan Al-Neyadi Jadi Astronot Pertama Arab Masuk Misi Enam Bulan di Stasiun Luar Angkasa

Rencana peluncuran yang mampu mengirimkan satelit mulai tahun depan.

“Inovasi dan efisiensi biaya harus menjadi dua pendorong bagi industri ini. Efisiensi biaya sudah tercapai, dan sekarang kita harus melihat teknologi mutakhir,” kata Chandana.

Pemerintah India telah mendorong untuk mengembangkan industri luar angkasa swasta untuk melengkapi program luar angkasa yang dikelola negara yang terkenal dengan peluncuran dan misinya yang terjangkau.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved