Breaking News:

Internasional

Ukraina Siap Perang, Tolak Berunding dengan Rusia, Minta Barat Kirim Senjata Lebih Banyak Lagi

Pemerintah Ukraina tetap menolak berunding dengan Rusia yang telah menghancurkan negaranya.

Editor: M Nur Pakar
AFP
Penduduk memeluk tentara Ukraina saat tiba di Kherson, Minggu (13/11/2022). 

SERAMBINEWS.COM, KIEV - Pemerintah Ukraina tetap menolak berunding dengan Rusia yang telah menghancurkan negaranya.

Invasi Rusia ke Ukraina sudah mendekati sembilan bulan dan pembantu utama Presiden Volodymyr Zelenskyy sedang menghitung hari.

Dia tidak merinci, apakah perang berlanjut atau segera berakhir dengan damai.

Tetapi, pembantu utama itu, Mykhaylo Podolyak tetap menolak upaya sekutu membujuk Ukraina bernegosiasi dengan Moskow.

Dia mengatakan pembicaraan seperti itu akan menjadi kapitulasi atau menyerah.

“Ketika Anda memiliki inisiatif di medan perang, agak aneh menerima usulan itu," kata Mykhaylo Podolyak kepada AFP, Minggu (20/11/2022).

Baca juga: Harapkan Sanksi Dicabut, Korea Utara Terus Luncurkan Rudal, Manfaatkan Kebuntuan Ukraina di PBB

'Anda tidak akan dapat melakukan semuanya dengan cara militer,'” tambahnya.

Sebaliknya, Podolyak telah menyusun daftar keinginan untuk pengiriman senjata baru dari sekutu Barat.

Di antaranya, 50 hingga 70 sistem peluncur roket ganda, 200 tank, dan 100 sistem artileri.

Sementara, Zelenskyy pada Sabtu (19/11/2022) menemui penasihat militer dan intelijen tertinggi.

Dia membahas situasi di Donetsk, di mana Rusia dilaporkan merelokasi pasukan yang telah dievakuasi dari wilayah Kherson serta wajib militer baru.

Topik lain termasuk pemulihan pasokan energi di wilayah yang baru diduduki.

Kemudian, situasi keseluruhan dengan sistem energi Ukraina setelah sebulan serangan udara Rusia di fasilitas utama.

Baca juga: Pasukan Ukraina Gagalkan Serangan Pasukan Rusia di Donetsk dan Luhansk, Rudal Bombardir Odesa

"Penarikan pasukan Rusia dari barat Kherson dilakukan dengan baik dibandingkan dengan penarikan besar-besaran Rusia sebelumnya selama perang,” kata Kementerian Pertahanan Inggris.

Kerugian kendaraan oleh pasukan Kremlin mungkin bisa dihitung dalam puluhan, bukan ratusan, kata kementerian itu dalam utas Twitter.

Dikatakan, keberhasilan Rusia kemungkinan karena komando operasional tunggal yang lebih efektif di bawah Jenderal Sergei Surovikin untuk memimpin upaya Rusia di Ukraina.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved