Selasa, 2 Juni 2026

Internasional

Pemilu Malaysia Mandek, Polisi Waspada Konflik Etnis

Barisan Nasional dinilai Raja menjadi koalisi partai yang sampai saat ini menguasai mayoritas suara di Dewan Rakyat

Tayang:
Editor: bakri
Astro Awani
19 November 2022, negara tetangga kita, Malaysia akan menyelenggarakan Pemilu Raya. Kita do'akan yg terbaik untuk rakyat Malaysia 

KUALA LUMPUR - Raja Malaysia Al-Sultan Abdullah akan memanggil seluruh 30 anggota koalisi Barisan Nasional di parlemen Dewan Rakyat, Rabu (23/11/2022) guna membahas pemilihan perdana menteri baru yang masih mandek.

Barisan Nasional dinilai Raja menjadi koalisi partai yang sampai saat ini menguasai mayoritas suara di Dewan Rakyat.

Sebanyak 30 anggota parlemen Barisan Nasional akan bertemu Raja satu per satu di Istana Negara besok mulai pukul 10.30 waktu Kuala Lumpur, menurut Kepala Urusan Rumah Tangga Istana Negara Ahmad Fadil Shamsuddin melalui pernyataan pada Selasa (22/11/2022).

"Proses ini memberikan Raja kesempatan membuat keputusan untuk menunjuk seorang anggota parlemen yang menurut kebijakan Yang Mulia akan mendapatkan dukungan mayoritas di Dewan Rakyat sebagaimana diatur dalam Pasal 43(2)(a) Konstitusi Federal," kata Ahmad Fadil.

Dalam pernyataannya, Fadil menuturkan Raja Abdullah meminta seluruh masyarakat Malaysia bersabar dan tenang sampai proses pembentukan pemerintah federal dan penunjukan PM ke-10 selesai.

"Yang Mulia menyerukan kepada masyarakat untuk berdoa agar proses ini berjalan lancar demi bangsa tercinta," ucap Fadil seperti dikutip dari pernyataan Istana Negara di Facebook.

Berdasarkan hasil pemilu, koalisi pimpinan Anwar, Pakatan Harapan (PH), memang meraih suara terbanyak yakni sebanyak 82 kursi.

Namun, angka tersebut tak cukup untuk meraih mayoritas.

Sementara itu, koalisi pendukung Muhyiddin, Perikatan Nasional (PN), hanya mendapat 73 kursi.

Ia sempat mengklaim sudah mendapatkan dukungan dari dua kubu politik yang lebih kecil dari Sabah dan Sarawak.

Baca juga: Muhyiddin dan Anwar Ibrahim Saling Klaim, Punya Cukup Dukungan Jadi PM Malaysia

Baca juga: Mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad Kalah dalam Pemilu Pertama Kali Sejak 1969

Walau dengan dukungan Sabah dan Sarawak, kursi yang diperoleh koalisi Muhyiddin baru 101.

Angka itu juga masih belum mencapai ambang batas.

Menurut konstitusi Malaysia, untuk membentuk kabinet, partai atau koalisi perlu minimal 112 suara dari total 222 kursi parlemen.

Pemegang mayoritas ini yang berhak memberikan nama calon PM ke raja.

Sementara itu, Raja Abdullah telah memperpanjang tenggat waktu bagi Anwar dan Muhyiddin mencari dukungan minimal yang disyaratkan agar salah satu dari koalisi mereka dapat membentuk pemerintahan baru.

Namun, baik koalisi Anwar dan Muhyiddin sampai saat ini tidak ada yang bisa mendapatkan dukungan sesuai ambang batas yang ditentukan.

Polisi Malaysia memperingatkan warga agar tidak mengunggah konten provokatif terkait ras dan agama setelah pemilihan umum Negeri Jiran berujung mentok dan panas.

"Tindakan tegas akan diambil terhadap pengguna yang mencoba menghasut situasi yang dapat mengancam keamanan dan ketertiban umum," kata Inspektur Jenderal Polisi, Acryl Sani Abdullah Sani, seperti dikutip Reuters.

Polisi sendiri mengklaim telah mendeteksi konten media sosial yang sarat rasial dan agama serta menghina monarki negara itu usai pemilu berlangsung.

Dua kubu terkuat dalam pemilu saling mengklaim menang, tapi sebenarnya, belum ada yang berhasil mencapai ambang batas minimal parlemen.

Di tengah ketidakpastian ini, muncul narasi-narasi terkait ras yang mendominasi obrolan politik di media sosial.

Berdasarkan penelusuran proyek pemantauan ujaran kebencian daring yang dijalankan oleh Pusat Jurnalisme Independen, narasi-narasi ini sebenarnya sudah mulai muncul sejak sebelum pemilu.

Narasi-narasi ini kian panas setelah Partai Islam Se-Malaysia (PAS) yang kerap menggembar-gemborkan hukum syariah, unggul dalam pemilu.

Keunggulan PAS membuat kalangan investor khawatir akan potensi dampak hukum syariah tersebut terhadap kebijakan.

Ras dan agama merupakan masalah pelik di Malaysia, sebagai negara multikultural dengan mayoritas etnis Melayu Muslim yang hidup berdampingan bersama minoritas Tionghoa dan etnis India. (CNN Indonesia)

Baca juga: Anwar Ibrahim dan Mahathir Kembali Bersaing Dalam Pemilu Malaysia, Proses Pengitungan Suara Dimulai

Baca juga: Menanti yang Terbaik Untuk Malaysia

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved