Kemenkes: 3 Anak di Aceh Positif Virus Polio Tanpa Gejala Lumpuh Layuh, Belum Vaksinasi Lengkap
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaporkan adanya temuan tiga anak positif virus polio tanpa gejala lumpuh layuh di Kabupaten Pidie, Aceh.
"Tujuannya untuk mengidentifikasi transmisi lingkungan sekitar di masyarakat atau komunitas. Jadi memang kemarin diambil (sampel) anak yang sehat, tanpa ada gejala lumpuh layuh tapi ada di desa yang sama," ungkap Endang.
Sebelumnya diberitakan, tiga orang anak ini disebut positif virus polio tanpa gejala lumpuh layuh.
Hal ini ditemukan berdasarkan hasil pemeriksaan lanjut anak usia di bawah 5 tahun yang tinggal di sekitar kasus polio pada awal november lalu.
Pemeriksaan tinja melalui Targeted Healthy Stools Sampling sesuai dengan rekomendasi WHO.
Juru Bicara Kementerian Kesehatan, Muhammad Syahril mengatakan, ketiga anak tersebut tidak dimasukkan dalam kriteria kasus karena tidak memenuhi kriteria adanya lumpuh layuh mendadak.
Di sisi lain, upaya pemantauan terus dilakukan, termasuk upaya skrining dari rumah ke rumah, untuk memastikan tidak ada tambahan kasus lumpuh layuh yang belum terlaporkan.
Lebih lanjut Syahril menuturkan, penyakit Polio sangat berbahaya bagi anak karena dampaknya permanen seumur hidup, menyebabkan kelumpuhan yang belum ada obatnya.
Akan tetapi, kondisi ini dapat dicegah dengan mudah melalui imunisasi polio lengkap baik imunisasi tetes bOPV dan imunisasi suntik IPV.
“Oleh karena itu, kita harus lindungi masa depan anak anak kita dengan berikan vaksinasi imunisasi polio lengkap” jelas Syahril.
Baca juga: Ada 4 Kasus Polio di Aceh, 1 Pasien Jalani Terapi di RSUZA
Kasus Polio di Pidie, Orangtua Mengaku Anaknya Tak Pernah Diberi Imunisasi
Seorang anak berusia 7 tahun di Desa Mane, Kabupaten Pidie, Aceh terinfeksi virus polio.
Kasus yang dialami anak berinisial A ini merupakan kasus pertama sejak Indonesia menyatakan bebas polio pada 2014.
Rendahnya angka imunisasi polio di Aceh pun disebut Dinas Kesehatan Aceh sebagai salah satu penyebab utama munculnya kasus polio, yang membuat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) langsung menetapkannya sebagai kejadian luar biasa (KLB).
Azhar (45), ayah dari A mengatakan, A awalnya mengalami demam panas.
Dia kemudian membawa anaknya ke puskesmas untuk diobati.