Kemenkes: 3 Anak di Aceh Positif Virus Polio Tanpa Gejala Lumpuh Layuh, Belum Vaksinasi Lengkap

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaporkan adanya temuan tiga anak positif virus polio tanpa gejala lumpuh layuh di Kabupaten Pidie, Aceh.

Editor: Faisal Zamzami
PIXABAY
Ilustrasi imunisasi pencegah polio pada anak. (PIXABAY.COM) 

Petugas kesehatan saat itu mencurigai anaknya memiliki ciri terserang virus polio

Sampel darah dan feses A diambil, kemudian dikirim ke laboratorium Sr Oemjati Jakarta.

Hasilnya, A positif polio tipe dua, penyakit yang menyerang tungkai dan saraf kaki dan bisa mengakibatkan kelumpuhan bahkan kematian.

Azhar mengaku, putra ketiganya memang tidak pernah mendapat imunisasi sejak lahir. 

Alasannya, sang anak sering mengalami demam, sehingga keluarga enggan melakukan imunisasi.

"Apalagi kalau disuntik itu kan nanti anak kita bisa jadi sakit, jadi banyak juga orang bilang tidak usah diimunisasi," ungkap Azhar.

Keengganan melakukan imunisasi karena hoaks dan informasi yang salah, menjadi alasan utama banyak warga di Aceh terutama di pedesaan yang jaraknya jauh dari pusat kota tidak mau melakukan imunisasi.

Baca juga: Dokter: Vaksin Bisa Cegah Anak Terserang Polio Lebih Dari 90 Persen

Penyebab polio tipe 2

Dinas Kesehatan Aceh mengatakan, polio yang ditemukan di Desa Mane ini merupakan kasus polio tipe 2 pertama di Indonesia.

“Dua hal bisa dipastikan sebagai penyebab virus bersarang, yakni tidak adanya imunisasi dan tidak adanya higienitas di lingkungan tempat tinggal,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Aceh, Hanif.

 
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Aceh, cakupan imunisasi polio setiap tahun terus menurun. 

Rendahnya imunisasi diduga membuat virus muncul khususnya di pedalaman Aceh.

Ini terlihat di Pidie dalam tiga tahun terakhir. Misalnya pada 2020 imunisasi jenis OPV4 hanya 19 persen dan IPV 0,3 persen.

Pada 2021, OPV4 sebesar 17,7 persen dan IPV 0,5 persen. Adapun pada 2022, OPV4 hanya 17,7 persen dan IPV 0,1 persen.

Imunisasi OPV4 menggunakan virus polio yang dilemahkan, sedangkan IPV adalah virus polio yang dimatikan. OPV diberikan ke mulut dengan cara tetes, sedangkan IPV secara injeksi atau suntik.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved