Berita Lhokseumawe

Warga Tolak Relokasi Pengungsi Imigran Rohingya di Kantor Eks Imigrasi Lhokseumawe, Ini Alasannya

Namun, saat direlokasi pada Kamis (24/11/2022) malam, warga di kawasan Lhokseumawe itu menolak kehadiran para pengungsi Rohingya tersebut. 

Penulis: Zaki Mubarak | Editor: Mursal Ismail
For Serambinews.com
Warga tolak relokasi Imigran Rohingya di Kantor Eks Imigrasi Lhokseumawe kawasan Punteut dengan berbagai alasan, Kamis (24/11/2022) 

Namun, saat direlokasi pada Kamis (24/11/2022) malam, warga di kawasan Lhokseumawe itu menolak kehadiran para pengungsi Rohingya tersebut. 

Laporan Zaki Mubarak | Lhokseumawe

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE - Sebanyak 111 imigran pengungsi Rohingya yang terdampar beberapa waktu lalu dan selama ini ditampung di Balai Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara, direlokasi ke kantor eks Imigrasi Lhokseumawe di Punteuet, Kecamatan Blang Mangat, Lhokseumawe.

Namun, saat direlokasi pada Kamis (24/11/2022) malam, warga di kawasan Lhokseumawe itu menolak kehadiran para pengungsi Rohingya tersebut.   

Pasalnya, berdasarkan pengalaman-pengalaman mereka sebelumnya, awalnya para pengungsi Rohingya yang mendapat empati warga, lama-lama malah bertingkah, seperti berkelahi sesama mereka, melarikan diri, dan lainnya yang pada intinya mereka susah diatur. 

Informasi penolakan pengungsi Rohingya itu disampaikan Kapolres Lhokseumawe, AKBP Henki Ismanto, menjawab Serambinews.com, Jumat (25/11/2022). 

Kapolres menceritakan para pengungsi Rohingya yang diangkut menggunakan tiga dum truk itu awalnya hendak diturunkan ke lokasi eks Kantor Imigrasi Lhokseumawe

Namun warga langsung menghadang dan tidak membolehkan pengungsi Rohinngya itu masuk ke dalam area eks kantor Imigrasi tersebut.

Baca juga: Gara-gara Tak Ada Kejelasan, Ratusan Pengungsi Rohingya Dipindahkan ke Landing, Aceh Utara

“Bahkan sempat berdialog dengan pihak Satpol PP Aceh Utara, agar Rohingya bisa masuk ke dalam gedung itu. 

Namun warga menolak dan meminta mereka naik dan dibawa saja ke kantor Bupati Aceh Utara,” kata AKBP Henki Ismanto, kepada Serambinews.com, Jumat (25/11/2022).

Ia menambahkan, pihaknya hanya tugas mengamankan pengungsi Rohingya dan menjaga jangan sampai ada konflik dengan warga lokal, sehingga mereka butuh dikawal Polisi. 

“Kita mengawal agar menghindari tidak terjadi hal yang tidak di inginkan,” pungkasnya. (*)

 

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved