Breaking News:

Berita Bireuen

Tanggul Krueng Leubu Makmur Rusak Diterjang Banjir

Akibat banyak tanggul sungai yang rusak, sehingga saat hujan deras air cepat meluap ke berbagai desa di sekitarnya.

Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Taufik Hidayat
Serambinews.com
Salah satu titik kerusakan tebing Krueng Leubu sepanjang 10 meter lebih di kawasan Desa Leubu Trienggadeng, Makmur, warga mengharapkan dibangun tanggul dan pemasangan bronjong. 

Laporan Yusmandin Idris | Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Tahun ini di Kecamatan Makmur, Bireuen sudah tiga kali terjadi banjir luapan dan banjir paling besar terjadi minggu lalu menyebabkan dua orang meninggal dunia, puluhan hektar tanaman  padi siap panen rusak, seratusan rumah tergenang dan dampak lainnya.

Penyebab terjadinya banjir besar di Makmur salah satunya Krueng Leubu sepanjang 30 KM lebih mulai dari Desa  Ara Lipeh dan berkelok-kelok melewati hampir seluruh desa sampai ke Desa Leubu Cot tanggulnya rusak, sempit dan dangkal, ujar Camat Makmur, Mukhsin SAg yang didampingi Lukman salah seorang tokoh Makmur kepada Serambinews.com, Senin (28/11/2022).

Amatan Serambinews.com di beberapa titik Krueng Leubu terlihat dangkal dan dipenuhi semak belukar, kemudian tebing tanggul rendah dan juga patah. Ada tebing yang amblas sekitar 10 meter, 4 meter di kawasan Desa Leubu Trienggadeng.

“Banyak tanggul sungai yang rusak, sehingga saat hujan deras air cepat meluap ke berbagai desa,” ujar Amir (52) warga setempat.

Disebutkan, kondisi Krueng Leubu pada umumnya semakin sempit dan dangkal, pada titik tertentu terdapat tebing yang agak tinggi dengan badan jalan itupun amblas diterjang banjir.

Musibah banjir dua minggu lalu katanya, adalah banjir ke tiga kali tahun ini yang menyebabkan berbagai fasilitas umum rusak berat seperti dua jembatan di Blang Perlak rusak, banyak jalan digerus banjir. “Belum lagi tanaman padi milik warga terendam air dan tidak bisa dipanen, petani mengalami kerugian besar musim tanam tahun ini,” sebutnya.

Lukman salah seorang tokoh masyarakat menambahkan, ia sering melihat kondisi hulu sungai di kawasan Ara Lipeh, kondisinya memang rusak berat, tebing hancur dan sejumlah tempat terjadi longsor.

Diakuinya, banjir di Makmur memang tidak lama mungkin paling lama tiga hari, namun tingkat kerusakan sangat besar. Penyebab banjir, setelah hujan deras air meluncur deras ke Krueng Leubu, namun tebing Krueng Leubu banyak yang patah, amblas dan juga sempit sehingga air meluap seketika ke perkampungan warga.

Langkah yang diperlukan kata Lukman adalah memperbaiki dan normalisasi Krueng Leubu sebaik mungkin sehingga saat hujan deras air tidak meluap ke ratusan unit rumah.(*)

Baca juga: BREAKING NEWS - Sesosok Mayat Mengapung di Krueng Aceh Dekat Jembatan Beurawe Banda Aceh

Baca juga: Turnamen Menembak Perbakin Bireuen Selesai, Ini Juaranya

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved