Internasional

Arab Saudi Tawarkan Investasi Sektor Perjalanan dan Pariwisata Global Rp 94.352 Triliun Sampai 2030

Kerajaan Arab Saudi menawarkan peluang investasi ke investor global $6 triliun, sekitar Rp 94.352 triliun untuk sektor perjalanan dan Pariwisata hingg

Editor: M Nur Pakar
Foto: Saudi Press Agency
Menteri Pariwisata Arab Saudi, Ahmad Al-Khateeb 

"Ambisi berani Arab Saudi mewujudkan dorongan dan energi kawasan ini dalam sektor perjalanan dan pariwisata,” kata Donald.

Dia menambahkan Kerajaan yang bercita-cita menjadi salah satu dari 5 tujuan wisata teratas di dunia, menyambut 100 juta pelancong domestik dan internasional setiap tahun.”

Donald mengatakan sektor publik dan swasta bekerja sama dalam mengejar tujuan bersama di Arab Saudi, yang menjadi contoh bagi seluruh dunia.

“Kemitraan lintas sektor publik dan swasta harus didahulukan untuk mendorong tindakan yang akan menguntungkan semua pihak,” tambah Donald.

Sementara itu, Julia Simpson, presiden dan CEO WTTC mengatakan investasi senilai $800 miliar sedang terjadi di sektor perjalanan dan pariwisata Arab Saudi sekarang.

"Itu adalah yang terbesar dalam sejarah industri ini," jelasnya.

Baca juga: Kota Pegunungan Taif Gelar Festival Bunga Mawar, Hasilkan Parfum Paling Memikat di Dunia

Dia juga menambahkan sektor perjalanan dan pariwisata akan menyaksikan pertumbuhan yang luar biasa selama dekade berikutnya.

“Sektor perjalanan dan pariwisata akan melampaui pertumbuhan global selama dekade berikutnya," tambahnya.

"Kami akan tumbuh pada tingkat 5,8 persen per tahun, tetapi PDB global akan tumbuh 2,8 persen,” kata Simpson.

Dalam pidatonya, Simpson juga mengumumkan peluncuran laporan dampak lingkungan dan sosial pertama di dunia untuk perjalanan dan pariwisata.

Dia menggambarkannya sebagai penelitian terobosan yang memungkinkan dapat mengukur dan melacak jejak sektor ini.

Dia juga menyoroti perlunya merangkul bahan bakar penerbangan yang berkelanjutan untuk mengurangi emisi di sektor transportasi.

“Pada 2019, transportasi menyumbang 38 persen emisi. Sangat penting untuk memastikan ketersediaan bahan bakar penerbangan yang berkelanjutan dalam skala luas,” kata Simpson.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved