Breaking News:

Berita Lhokseumawe

IOM Pindahkan 229 Pengungsi Rohingya di Aceh Utara ke Eks Kantor Imigrasi Lhokseumawe

IOM) mendukung Pemerintah Indonesia dan para mitra kemanusiaan terkait untuk memberikan bantuan yang sangat dibutuhkan kepada 229 pengungsi Rohingya

Penulis: Zaki Mubarak | Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS.COM/ZAKI MUBARAK
229 Pengungsi Rohingya yang terdampar di Aceh Utara pada 15-16 November 2022 lalu, telah menempati eks kantor Imigrasi Lhokseumawe, sejak 29-30 November hari ini, Rabu (30/11/2022). 

Laporan Zaki Mubarak | Lhokseumawe

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE - Organisasi Internasional untuk Migrasi ( IOM) mendukung Pemerintah Indonesia dan para mitra kemanusiaan terkait untuk memberikan bantuan yang sangat dibutuhkan kepada 229 pengungsi Rohingya yang diselamatkan di lepas pantai Aceh Utara.

Pada 15 dan 16 November 2022 lalu, kelompok pengungsi tersebut tiba di Kabupaten Aceh Utara dengan dua kapal terpisah dan ditampung di lokasi pendaratan.

Selama dua minggu sejak mereka mendarat, tim tanggap darurat IOM menyediakan air, perawatan kesehatan, tes COVID-19 tempat tinggal sementara dan dukungan pelindungan.

Selain itu, IOM bekerja sama dengan pihak berwenang setempat untuk mendapatkan persetujuan pemindahan ke lokasi baru di Peunteut atau bekas kantor Imigrasi, Lhokseumawe.

Pemindahan ke tempat penampungan sementara secara signifikan dapat meningkatkan keselamatan dan keamanan serta penyediaan bantuan kemanusiaan dasar bagi para pengungsi Rohingya ini.

Baca juga: 230 Rohingya Akhirnya akan Ditampung di Eks Kantor Imigrasi Lhokseumawe, UNHCR/IOM Bersihkan Tempat

Kepala Misi IOM di Indonesia, Louis Hoffmann, mengatakan, kelompok terbaru ini terdiri dari 78 anak, 44 perempuan dan 107 laki-laki, semuanya diyakini telah menghabiskan lebih dari sebulan di laut selama perjalanan dari Cox's Bazar, Bangladesh.

“Tanggapan kemanusiaan IOM akan mencerminkan upaya bantuan dan perlindungan sebelumnya, terutama berfokus pada tempat tinggal, kesehatan, perlindungan dan dukungan psikososial dan akan merefleksikan peran utama Pemerintah dalam membantu kelompok tersebut,” ucap Louis Hoffmann, dalam pesan tertulis, kepada Serambinews.com, Rabu (30/11/2022).

Hoffmann menambahkan bahwa IOM mengapresiasi Pemerintah Indonesia baik di tingkat lokal maupun nasional karena menampung kelompok rentan ini dan memberi mereka tempat tinggal sementara.

“Perhatian khusus juga harus diberikan kepada komunitas lokal di lokasi pendaratan, yang sekali lagi memainkan peran penting dalam memastikan keselamatan awal para pengungsi ini,” sebutnya.

Baca juga: Pemuda Asal Sungai Raya Aceh Timur Diringkus Polisi, Ini Kasusnya

Dikatakan Hoffman, IOM Indonesia saat ini membantu lebih dari 7.000 pengungsi di Indonesia dengan perawatan dan bantuan yang komprehensif, termasuk akomodasi, perawatan kesehatan, dukungan kesehatan mental dan psikososial (MHPSS), pendidikan dan kebutuhan dasar.

IOM juga bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia untuk mencegah dan melawan perdagangan orang, memperkuat pelindungan bagi tenaga kerja migran, meningkatkan pengurangan risiko bencana dan tanggap bencana, serta mendukung sistem manajemen perbatasan terpadu dengan fokus khusus memerangi pandemi COVID-19 saat ini,” jelasnya.

Selain itu sambungnya, bantuan kemanusiaan IOM untuk pengungsi Rohingya yang tiba di Aceh didanai oleh U.S. Department of State’s Bureau of Population, Refugees, and Migration (PRM) dan European Civil Protection and Humanitarian Aid Operations (ECHO).(*)

Baca juga: Bharada E: Sesama Tamtama Saja Beda Satu Pangkat Saya tak Berani Tolak, Apalagi Kadiv Propam

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved