Rabu, 22 April 2026

Berita Banda Aceh

Kamus Budaya Aceh-Indonesia Diluncurkan, Berisi 1.800 Lema

Peluncuran kamus tersebut dirangkai dengan Apresiasi Wajah Bahasa bagi Lembaga Pemerintah dan Lembaga Pendidikan di Aceh

Editor: bakri
Foto for Serambinews.com
Kepala Balai Bahasa Provinsi Aceh, Karyono MHum (kiri) foto bersama dengan para pemenang Apresiasi Wajah Bahasa bagi Lembaga Pemerintah dan Lembaga Pendidikan di Provinsi Aceh, Selasa (29/11/2022) di Aula BKKBN Aceh. 

Sebagai warga dunia, lanjutnya, bangsa kita juga tidak tertutup kemungkinan untuk menguasai bahasa asing.

"Namun, kita juga tidak boleh melupakan bahasa daerah.

Baca juga: Warga Ribut di SPBU, Pengisian ke Jeriken jadi Prioritas Petugas

Maka dari itu, kita terapkan semboyan, utamakan bahasa Indonesia, lestarikan bahasa daerah, dan kuasai bahasa asing,” jelas Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Banda Aceh itu.

Apresiasi Wajah Bahasa

Karyono selaku Kepala Balai Bahasa Provinsi Aceh menerangkan, Apresiasi Wajah Bahasa merupakan rangkaian kegiatan dari program pengutamaan bahasa negara di ruang publik dan tata naskah dinas.

Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bentuk pemberian apresiasi kepada lembaga yang terlibat pada program pengutamaan bahasa negara.

Di Aceh, terpilih 45 lembaga sebagai peserta pada program tersebut, yaitu sepuluh lembaga dari ranah pariwisata, 20 lembaga dari ranah pendidikan, dan 15 lembaga dari ranah pemerintah.

Dari 45 lembaga, terpilih tiga lembaga terbaik di setiap ranah.

Lembaga terbaik yang terpilih merupakan lembaga yang menerapkan bahasa Indonesia yang baik dan benar dengan persentase lebih dari 50 persen.

"Persentase tersebut dihasilkan dari dua indikator, yaitu penggunaan bahasa di ruang publik dan tata naskah dinas," ujarnya.

Selama 28-29 November 2022, Balai Bahasa Provinsi Aceh memberikan apresiasi berupa plakat dan piala kepada lembaga yang terbaik.

Di samping itu, peserta yang belum terpilih sebagai lembaga terbaik juga diberikan plakat sebagai bentuk penghargaan keterlibatan dalam pengutamaan bahasa negara di ruang publik.

“Bahasa Indonesia merupakan jiwa dari kesatuan negara kita.

Jika jiwa itu tidak dijaga dengan baik, bangsa ini akan menjadi bangsa terpuruk,” ujar Kepala Balai Bahasa Provinsi Aceh saat menutup resmi acara. (dik)

Baca juga: Kamus Kemaritiman Aceh-Indonesia Versi Cetak dan Daring Tuntas, Menyusul Kamus Budaya Aceh

Baca juga: Tanggapi Polemik Kamus Sejarah Indonesia, Illiza: Sangat Kami Sayangkan

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved