Jurnalisme Warga
Jika Sepak Bola Memang Judi, Pantaskah Qatar Jadi Tuan Rumah Piala Dunia?
Meski Qatar yang notabene Islam konservatif tegas memberi ultimatum terkait peraturan yang dianggap tabu atau aneh serta tidak pernah ditemukan
OLEH YULIA ERNI, Pengurus PBSI Pidie dan Anggota Forum Aceh Menulis (FAMe), melaporkan dari Sigli, Pidie
RASA-RASANYA, baru kemarin saya melihat Prancis angkat trofi Piala Dunia edisi kedua bertuan rumah Rusia tahun 2018.
Nyatanya sudah empat tahun. Waktu cepat berlalu. Tahun 2022 pun sudah ke pengujung.
Ajang sepak bola empat tahunan kini datang lagi.
Perhelatan akbar pesta sepak bola bergengsi seantero dunia tersebut resmi digelar.
Kali ini bolamania dari segala penjuru dunia menikmati laga pembuka Piala Dunia 2022 lewat debut sang tuan rumah Qatar versus Equador yang rentan disebut pertarungan sorbanisme versus mafiaisme di Stadion Al Bayt, Qatar.
Di dunia sepak bola ‘isme’ serupa kerap jadi lelucon yang dimaafkan.
Bukankah debut Piala Dunia musim lalu yang mempertemukan Rusia kontra Arab Saudi juga viral sebagai laga berbalut tema komunisme melawan wahabisme?
Sejatinya memang begitu, Piala Dunia mampu mempersatukan negara- negara di seluruh dunia di tengah pesta pora.
Piala Dunia musim ini banyak menuai pro-kontra.
Meski Qatar yang notabene Islam konservatif tegas memberi ultimatum terkait peraturan yang dianggap tabu atau aneh serta tidak pernah ditemukan pada tuan rumah mana pun sebelumnya oleh negara partisipan seperti; pakaian terbuka, seks bebas, rokok elektrik, alkohol, dan haramnya pemakaian ban kapten pelangi sebagai logo LGBT bermoto ‘One Love’ yang ditentang keras oleh Manuel Neuer dan Harry Kane juga beberapa Cs-nya.
Kedua kapten timnas Eropa pentolan Jerman dan Inggris tersebut ngotot mendobrak budaya tuan rumah.
Baca juga: Dramatis! Korea Selatan Bungkam Portugal, Son Heung-min dkk ke 16 Besar Piala Dunia 2022
Baca juga: Fakta Timnas Maroko di Piala Dunia 2022: Ada 14 Pemain Kelahiran Luar Negeri, Hakimi hingga Ziyech
Penunjukan negara beribu kota Doha sebagai pentas bagi aktor lapangan hijau terbaik dunia juga melahirkan berbeda saat 'open ceremony' yang dibuka oleh Morgan Freeman diawali pembacaan ayat suci Al-Qur'an dilanjutkan tampilan meriah Jungkook BTS Korea.
Ada kesan seolah-olah Qatar yang kearab-araban berubah menjadi kebarat-baratan.
Banyak muncul polemik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/yulia-erni-anggota-fame-chapter-pidie-melaporkan-dari-lampoh-saka-pidie.jpg)