Breaking News:

Internasional

Aktivis Minta Presiden Prancis Tolak Pengusiran Pengacara Palestina, Israel Akan Deportasi ke Paris

Sejumlah organisasi amal dan kelompok aktivis meminta Presiden Prancis Emmanuel Macron menolak pengusiran pengacara Prancis-Palestina, Salah Hamouri

Editor: M Nur Pakar
AFP/File
Pengacara Prancis-Palestina, Salah Hamouri 

SERAMBINEWS.COM, PARIS - Sejumlah organisasi amal dan kelompok aktivis meminta Presiden Prancis Emmanuel Macron menolak pengusiran Palestina'>pengacara Prancis- Palestina, Salah Hamouri oleh otoritas Israel.

Israel pada Kamis (1/12/2022) mengumumkan telah mencabut Hamouri dari tempat tinggalnya di Jerusalem.

Dikatakan, Israel berencana untuk mendeportasinya ke Prancis, dengan mengatakan dia adalah seorang “aktivis dalam kelompok militan terlarang.”

Warga negara Prancis, Hamouri, yang telah ditahan sejak Maret 2022 dalam penahanan administratif, alat yang memungkinkan Israel menahan tersangka tanpa dakwaan selama berbulan-bulan menghadapi deportasi.

Direncanakan, paling cepat pada hari Minggu (4/12/2022) meskipun telah menjadi penduduk Jerusalem seumur hidup, seperti dilansir AFP.

Tuduhannya, seperti yang diumumkan oleh Kementerian Dalam Negeri Israel, kegagalan kesetiaan terhadap negara Israel, yang pertama kali dikonfirmasi pada 29 Juni 2022.

Dia belum dihukum dalam persidangan.

Baca juga: Aktivis Perdamaian Israel Lakukan Tur ke Palestina, Utra Nasionalis Yahudi Sebut Pengkhianat

Israel mengklaim Hamouri sebagai anggota Front Populer untuk Pembebasan Palestina (PFLP), sebuah kelompok yang dianggap sebagai organisasi teroris oleh Israel dan AS.

Dia juga seorang pengacara untuk Adameer, sebuah kelompok hak asasi yang membantu tahanan Palestina yang telah dilarang Israel.

Adameer diduga memiliki hubungan dengan PFLP

Sebelumnya menghabiskan tujuh tahun penjara setelah dinyatakan bersalah dalam dugaan rencana pembunuhan seorang rabi terkemuka.

Namun dibebaskan dalam sebuah Pertukaran tahanan 2011 dengan Hamas.

Human Rights Watch, ACAT-France, Amnesty International France, Platform LSM Prancis untuk Palestina dan Observatorium untuk Perlindungan Pembela Hak Asasi Manusia mengimbau Macron membebaskan Hamouri.

Baca juga: Gara-Gara Bertengkar, Polisi Israel Jatuhkan Pemuda Palestina dan Ditembak dari Jarak Dekat

Mereka mengatakan keputusan itu menjadi preseden berbahaya bagi para pembela dan advokat hak asasi manusia Palestina di Jerusalem.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved