Sabtu, 11 April 2026

Internasional

Gara-Gara Pertengkaran Keluarga Pasien dan Tim Medis, Perawat Hamil Keguguran, Ini Kronologinya

Pertengkaran hebat sempat terjadi antara keluarga pasien dan tim medis rumah sakit di Mesir Utara.

Editor: M Nur Pakar
AFP
Seorang petugas memperhatikan ruang rawat inap pasien di rumah sakit Mesir Utara usai insiden penyerang keluarga pasien ke tim medis. 

SERAMBINEWS.COM, KAIRO - Pertengkaran hebat sempat terjadi antara keluarga pasien dan tim medis rumah sakit di Mesir Utara.

Menteri Kesehatan Khaled Abdel Ghaffar telah memerintahkan penyelidikan di tengah kegemparan di media sosial atas video mengejutkan itu.

Dimana, mengungkapkan penyerangan terhadap perawat dan karyawan di dalam rumah sakit pemerintah di Mesir utara.

Seorang perawat dilaporkan mengalami keguguran dan delapan lainnya terluka dalam insiden pada Kamis (1/12/2022) di Rumah Sakit Pusat Quesna di Kegubernuran Menofia.

Dilansir Arab News, Senin (5/12/2022), Dalam klip video yang beredar, menunjukkan pertengkaran antara keluarga dan perawat.

Bahkan, terlihat orang-orang menyerang staf perawat di tengah teriakan mereka dan kekacauan besar.

Baca juga: Tim Investigasi Independen Inggris Selidiki Kematian Bocah Lima Tahun Usai Ditolak Rumah Sakit

Ghaffar pergi ke Kegubernuran Menofia untuk menindaklanjuti dampak serangan itu.

Dia menekankan dalam sebuah pernyataan, semua tindakan hukum diambil untuk menjaga martabat dan keselamatan penyedia layanan kesehatan.

Kawthar Mahmoud, Kepala Perawat MEsir meminta pihak berwenang mempercepat penyelidikan dan segera mengambil tindakan hukum terhadap mereka yang berada di balik penyerangan.

Dia menekankan perlunya menghadapi kasus penyerangan dan intimidasi terhadap staf rumah sakit.

Hussein Khairy, Kepala Dokter Mesir mengatakan dia dan dewan mendukung penuh para perawat dan staf rumah sakit lainnya yang diserang secara brutal saat menjalankan tugas mereka.

Khairy mengatakan dia bertemu menteri setelah yang terakhir kembali dari kunjungan rumah sakit.

Baca juga: Rumah Sakit Virtual Seha Arab Saudi Luncurkan Program Layanan Virtual Pasien Stroke

Semua tindakan hukum yang diperlukan sedang dilakukan, kata Khairy mengutip pernyataan menteri.

Maya Morsi, kepala Dewan Perempuan Nasional Mesir, mengatakan dewan akan memberikan semua bantuan hukum kepada perawat yang menjadi korban penyerangan.

Beberapa di media sosial mengklaim di antara para penyerang, seorang perwira militer Mesir.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved