Breaking News:

Berita Aceh Besar

Lindungi Aset Wakaf, Baitul Mal Aceh Lakukan Papanisasi di Tujuh Lokasi, Ini Rinciannya

Selain itu, BMA juga melakukan pematokan batas tanah dan pengurusan sertifikat pada Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Ansari Hasyim
FOR SERAMBINEWS.COM
Baitul Mal Aceh (BMA) melakukan papanisasi atau pematokan pada tujuh lokasi aset wakaf dan harta agama yang dikelola di Aceh Besar. 

Lindungi Aset Wakaf, Baitul Mal Aceh Lakukan Papanisasi di Tujuh Lokasi, Ini Rinciannya

SERAMBINEWS.COM, JANTHO - Baitul Mal Aceh (BMA) melakukan papanisasi atau pematokan pada tujuh lokasi aset wakaf dan harta agama yang dikelola di Aceh Besar.

 “Hal ini dilakukan untuk melindungi aset wakaf dan harta agama, sehingga lebih terjamin keabadiannya,” kata Kepala Sekretariat BMA, Rahmat Raden SSos, Selasa (6/12/2022).

Selain itu, BMA juga melakukan pematokan batas tanah dan pengurusan sertifikat pada Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Dengan ini diyakini, legalitas tanah cukup memadai dan terhindar konflik dengan pihak lain.

Baca juga: Pengelolaan Harta Wakaf Masyarakat Belum Baik, Tgk Burhanuddin: Nazir Akan Menanggung Akibatnya

“Dengan dasar legalitas yang kuat, akan memudahkan BMA dalam memproduktifkan aset wakaf dan harta agama tersebut, diantaranya berpotensi dikembangkan bisnis peternakan, perumahan, dan asrama,” ujar Rahmat.

“Dapat juga dibangun pesantren modern dan pertanian padi organik. Untuk ini, kami mengharapkan masyarakat terus ber wakaf melalui BMA untuk mengembangkan aset wakaf yang telah ada,” pintanya.     

Sementara itu, Kabag Wakaf dan Perwalian Sekretariat BMA, Fachrur Razi SP MM merinci tanah wakaf yang dilakukan papanisasi tersebut.

Yakni tanah sawah wakaf di Lamsiteh seluas 2.447 meter, tanah sawah di Blang Kiree 1.793 meter, tanah wakaf di Kajhu 863 meter.

Kemudian tanah wakaf di Lambada Lhok 500 meter, tanah wakaf Ladong 8.994 meter, serta tanah wakaf di Lam Griheu 17.948 meter. 

“Satu lokasi lagi harta agama yang dibeli dengan dana infak di Ladong seluas 40.869 meter,” katanya.

Baca juga: Banyak Tanah Wakaf Dinilai Terbengkalai, Penyuluh Kemenag Aceh Besar Gelar Pelatihan Nadzir

Dia menambahkan, sejumlah aset wakaf tersebut sudah cukup lama dikelola oleh BMA, bahkan ada aset yang diwarisi oleh Badan Harta Agama sejak tahun 1990.

Ada juga tanah wakaf yang diterima dari wakif tahun 2008 dan wakaf baru tahun 2020.

Seluruh tanah wakaf ini sudah mendapatkan legalitas Akte Ikrar Wakaf/Akter Ikrar Wakaf Pengganti dari KUA dan dalam proses pengurusan sertifikat tanah wakaf dari BPN, yang diperkirakan selesai akhir Desember 2022. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved