Breaking News:

Mihrab

Pengelolaan Harta Wakaf Masyarakat Belum Baik, Tgk Burhanuddin: Nazir Akan Menanggung Akibatnya

“Bayangkanlah sekiranya harta wakaf itu jika berubah ke yang lain? Na’udzubillah. Disitulah kelak, Nadzir yang akan menanggungnya akibatnya,”

Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Ansari Hasyim
FOR SERAMBINEWS.COM
Pengurus DPP Ikatan Sarjana Alumni Dayah (ISAD) Aceh, Tgk Burhanuddin SPdI MA. 

Pengelolaan Harta Wakaf Masyarakat Belum Baik, Tgk Burhanuddin: Nazir Akan Menanggung Akibatnya

SERAMBINEWS.COM - Dosen Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Tgk Chik Pande Kulu, Burhanuddin Alkhairy menyebutkan, harta benda wakaf di masyarakat Aceh sangatlah banyak.

“Pe wakafan harta oleh masyarakat dapat kita temukan pada lintas sektor, seperti di bidang keagamaan, pendidikan, sosial, kewirausahaan dan lainnya,” ujarnya.

Namun, menurut dia, ada banyak kesan bahwa aset wakaf tersebut belum terkelola dengan baik, bahkan ada yang dialihkan sebagai aset pribadi yang kemudian diklaim hak miliknya.

Selain itu masih ada problematika harta benda wakaf yang masih dikelola secara tradisional, harta wakaf tidak produktif, wakaf uang yang belum tersebar luas, dan lain-lain sebagainya.

Baca juga: Banyak Tanah Wakaf Dinilai Terbengkalai, Penyuluh Kemenag Aceh Besar Gelar Pelatihan Nadzir

Diantara faktornya, sebut Tgk Burhanuddin, adalah status legal-formal harta wakaf yang tidak terdaftar atau Nazir yang tidak tersertifikasi, minimnya pemahaman awal muwakif, tidak adanya peng-administrasian asset wakaf, profesionalitas dan manajemen asset wakaf yang amburadul.

“Dampak dari problem tersebut mengakibatkan harta wakaf tak terkelola dengan baik, diambil alih oleh ahli waris,

bahkan ada yang telah beralih status menjadi hak milik, terjadi pewarisan harta wakaf oleh Nazir kepada keluarganya dan sebagainya,” sebutnya, yang juga pengurus ISAD Aceh.

Sehingga motivasi muwakif untuk mendapatkan pahala yang berkeabadian jadi sirna, padahal harta wakaf merupakan harta yang paling diharapkan untuk menjadi amal jariyah yang berkepanjangan.

Baca juga: Banyak Tanah Wakaf di Aceh  belum Terkelola  Secara Produktif

Hal itu sebagaimana dalam sebuah hadis nabi, yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA:

“Rasulullah bersabda: "Apabila manusia itu meninggal dunia maka terputuslah segala amalnya kecuali tiga: yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak sholeh yang mendoakan kepadanya" (HR Muslim). 

“Bayangkanlah sekiranya harta wakaf itu jika berubah ke yang lain? Na’udzubillah. Disitulah kelak, Nazir yang akan menanggungnya akibatnya,” tegasnya.

Dikatakan Tgk Burhanuddin, berdirinya Badan Wakaf Indonesia (BWI) ini dirasa meresahkan sebagian Nazir yang belum memahami tujuan lembaga ini berdiri.

Sebagian menduga adanya BWI akan mengambil alih harta wakaf.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved