Breaking News:

Berita Aceh Utara

Rumah dan Kebun Warga di Paya Bakong Dirusak Gajah

Pembukaan lahan baru oleh sejumlah perusahaan di Aceh Utara telah menyebabkan hutan tempat tinggal gajah liar tersebut semakin sempit.

Penulis: Jafaruddin | Editor: Taufik Hidayat
Foto Kiriman Warga
Kawanan gajah merusak elasan rumah kebun dan puluhan hektare kebun berisi tanaman perkebunan di kawasan Desa Blang Pante dan Peureupok Kecamatan Paya Bakong, Aceh Utara. 

Laporan Jafaruddin | Aceh Utara 

SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON – Belasan rumah kebun dan puluhan hektare kebun berisi tanaman perkebunan di kawasan Desa Blang Pante dan Peureupok Kecamatan Paya Bakong, Aceh Utara porak-poranda dirusak kawanan gajah liar

Kondisi ini sudah berlangsung lama, tapi sampai sekarang warga belum berhasil mengusir kawanan binatang berbelalai tersebut. 

Kali ini warga mengaku kesulitan mengusir kawanan gajah tersebut dengan menggunakan mercon dan obor, karena habitat mereka mencari makan semakin sempit, akibat pembukaan lahan besar-besaran oleh sejumlah perusahaan perkebunan di Aceh Utara

Untuk itu warga berharap upaya yang serius dari pihak terkait terhadap persoalan ini. 

“Ada puluhan hektare kebun warga kami dan di Peureupok yang dirusak 22 ekor gajah, sampai tadi malam,” ujar Keuchik Blang Pante Marzuki kepada Serambinews.com, Selasa (6/12).

Kebun tersebut berisi tanaman pinang, kakao, kelapa sawit, durian dan berbagai jenis tanaman lainnya termasuk pisang, yang sudah memasuki panen perdana. 

“Sekitar 600 hektare kebun tersebut dibagikan desa ke masyarakat untuk ditanami berbagai tanaman perkebunan, tapi sekarang sudah dirusak sebelum warga menikmati hasil panen perdana,” katanya.

Selama empat bulan terakhir warga hampir tiap malam harus berjaga di kebun untuk mengusir kawanan Poe Meurah-sebutan lain untuk gajah.  

“Kami sudah beberapa kali menyampaikan hal ini, mulai muspika, sampai dinas dan dalam pertemuan dengan anggota dewan, tapi belum ada penanganan yang serius,” ujar Marzuki. 

Sementara masyarakat di kawasan Blang Pante dan sekitarnya selama ini menggantungkan hidupnya semata-mata dari hasil perkebunan. 

Mukim Pante Bahagia Kecamatan Paya Bakong Usman kepada Serambi menyebutkan, pihaknya sedang melakukan pendataan terhadap kerusakan kebun yang rusak untuk disampaikan ke pihak terkait. 

Namun, data sementara diperkirakan mencapai 50 hektare kebun yang sudah rusak dan sekitar 15 rumah kebun. 

Jumlah ini akan terus bertambah jika belum ada penanganan. “Kerusakan bervariasi, salah satunya yang terparah milik Laili, dari empat hektare kebun pinang yang sudah mulai panen, hanya tersisa sekitar beberapa batang lagi,” ungkap Usman. 

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved