Internasional

Penghargaan Pangeran Mohammed bin Salman Untuk Kerjasama Budaya Arab Saudi dan China

Arab Saudi telah mengumumkan penghargaan kerjasama budaya dengan China saat kunjungan Putra Mahkota Mohammed bin Salman ke negara itu pada Februari 20

Editor: M Nur Pakar
Arab News/Meshaal Al-Qadeer
Duta Besar China Chen Weiqing untuk Arab Saudi, Li Xihong (kiri) dan Mansour Al-Zamil, Sekretaris Jenderal Perpustakaan Nasional Raja Fahd (Kanan) membuka Pojok Buku China di Perpustakaan Umum Raja Fahd di Riyadh, Arab Saudi. 

SERAMBINEWS.COM, RIYADH - Arab Saudi telah mengumumkan penghargaan kerjasama budaya dengan China saat kunjungan Putra Mahkota Mohammed bin Salman ke negara itu pada Februari 2019.

Pangeran Badr bin Abdullah bin Farhan, Menteri Kebudayaan Arab Saudi, mengumumkan “Penghargaan Pangeran Mohammed bin Salman untuk Kerja Sama Budaya antara Kerajaan Arab Saudi dan Republik Rakyat Tiongkok.”

Dilansir Arab News, Rabu (7/12/2022), pengumuman itu dibuat selama kunjungan Pangeran Badr ke Perpustakaan Umum Raja Abdulaziz di Universitas Beijing.

Perpustakaan tersebut diresmikan pada tahun 2017 oleh Raja Salman selama kunjungan resminya ke China, ketika raja juga dianugerahi gelar doktor kehormatan.

Baca juga: UNESCO Masukkan Bumbu Pedas Nasional Tunisia ke Daftar Warisan Budaya Tak Benda

Penghargaan budaya ini memberikan penghargaan kepada akademisi, ahli bahasa dan inovator Arab Saudi dan Cina yang luar biasa.

Kategori tersebut meliputi penelitian ilmiah terbaik dalam bahasa Arab, karya kreatif artistik, terjemahan buku dari bahasa Arab ke bahasa Mandarin dan sebaliknya.

Selain itu, ada hadiah untuk kepribadian tahun ini dan kepribadian paling berpengaruh di lingkungan budaya tahun ini.
Penghargaan tersebut merupakan bagian dari tujuan bersama dari Visi Kerajaan 2030 dan Inisiatif Sabuk dan Jalan China.

“Kemitraan atas nama Putra Mahkota Mohammed bin Salman ini sebagai perwujudan komitmen bersama untuk membangun jembatan budaya antara kedua negara," ujarnya

"Juga mengembangkan pertukaran budaya dan meningkatkan peluang seni dan akademik bagi warga negara kita,” kata menteri tersebut.

Baca juga: UNESCO Masukkan Kopi Khawlani dan Unta Hedaa Arab Saudi Sebagai Warisan Budaya Tak Benda

Selama tur putra mahkota tahun 2019, Arab Saudi dan China setuju untuk memasukkan bahasa China sebagai bagian dari kurikulum di sekolah dan universitas di Kerajaan.

Kesepakatan tersebut dicapai dalam pertemuan antara putra mahkota dan delegasi tingkat tinggi Tiongkok di Beijing, dalam upaya untuk memperkuat persahabatan bilateral dan kerja sama budaya.

Dimasukkannya bahasa Cina bertujuan untuk meningkatkan keragaman budaya siswa di Kerajaan.

Ini sebagai langkah penting untuk membuka cakrawala akademik baru bagi siswa dari berbagai tingkat pendidikan.

Dimana, akan berfungsi sebagai jembatan antara dua orang, dan mempromosikan hubungan perdagangan dan budaya.

Selain itu, Perpustakaan Umum Raja Abdulaziz pada bulan April tahun ini menandatangani nota kesepahaman dengan Kelompok Tionghoa Bayt El-Hekma.

Baca juga: Kamus Budaya Aceh-Indonesia Diluncurkan, Berisi 1.800 Lema

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved