Minggu, 19 April 2026

Berita Aceh Tamiang

Tamiang Hidupkan Kembali Gerakan Tanam Padi Organik

Kabupaten Aceh Tamiang kembali menghidupkan Gerakan Tanam Padi Organik untuk mencapai hasil dan kualitas yang lebih baik

Editor: bakri
Distanbunak Aceh Tamiang     
Gerakan Tanam Padi Organik dihidupkan kembali Aceh Tamiang di Bandamulia, Rabu (7/12/2022). Lahan organik akan diperluas menjadi 100 hektare dengan melibatkan enam poktan 

KUALASIMPANG - Kabupaten Aceh Tamiang kembali menghidupkan Gerakan Tanam Padi Organik untuk mencapai hasil dan kualitas yang lebih baik.

Jumlah kelompok tani yang saat ini hanya dua, dan nantinya akan dikembangkan menjadi enam kelompok tani.

Gerakan Tanam Padi Organik ini dipusatkan di Kampung Payarahat, Kecamatan Bandamulia, Aceh Tamiang, pada Rabu (7/12/2022).

Sejumlah kelompok tani, pejabat dari provinsi dan kabupaten, termasuk KTNA hadir dalam kegiatan ini.

Bupati Tamiang, Mursil berharap kegiatan ini melahirkan banyak manfaat positif bagi kehidupan petani dan ketersediaan pangan Aceh.

Dia mencontohkan melalui pola tanaman organik, pendapatan petani bisa lebih meningkat dan memperbaiki tingkat kesuburan lahan pertanian.

“Saya mendorong Distanbunak Aceh Tamiang untuk terus mendampingi kelompok tani agar program organik betul-betul berjalan dengan baik,” kata Mursil melalui Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi Keuangan dan Pembangunan, Yunus.

Sebagai bentuk dukungan program ini, Pemkab Aceh Tamiang akan memberi bantuan pupuk organik kepada kelompok tani, kemudian melakukan kegiatan usaha tani berwawasan lingkungan.

“Harapannya apa, supaya petani ke depannya bisa memproduksi sendiri pupuk organik dan membuat pestisida nabati,” ungkapnya.

Yunus menjelaskan, pola tanam padi organik ini dimulai Aceh Tamiang pada Februari 2021.

Baca juga: Anggota DPRA Muchlis Zulkifli ST Dukung Pengembangkan Padi Organik dan Program Gepeaman

Baca juga: Distanbun Aceh Kembangkan Padi Organik yang Memiliki Peluang Pemasaran Strategis

Sejauh ini hanya ada dua kelompok tani yang mendapat sertifikat organik, yakni Tani Jaya di Kampung Tanahterban dan Tani Seurasi di Kampung Pahlawan yang mengelola lahan 20 hektare.

Dia memastikan jumlah ini akan bertambah mengingat sudah ada empat koperasi lain yang telah memulai tanam padi organik di lahan 80 hektare, yakni Poktan Bersama Jaya dan Sumber Rezeki di Kampung Matangcincin, dan Poktan Paya Raja Paya Rahat di Kecamatan Babdamulia.

Segera Kantungi Lisensi

Kadistanbunak Aceh Tamiang, Safuan mengungkapkan, jumlah kelompok tani yang mengantungi lisensi akan bertambah menjadi enam.

Saat ini yang sudah resmi mengantungi baru dua, yakni Seurasi dan Tani Jaya, sedangkan empat lagi sedang tahap surveyor.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved