Sabtu, 30 Mei 2026

Daftar Barang yang Dirampok di Rumah Dinas Wali Kota Blitar, Kalung di Leher Istri Jadi Sasaran

Para pelaku mengambil sejumlah uang dan barang berharga milik wali kota dan istri yang berada di dalam kamar rumah dinas.

Tayang:
Editor: Amirullah
Surya/Istimewa
(Kiri) Wali Kota Blitar, Santoso dan (Kanan) Suasana Rumah Dinas Wali Kota Blitar pasca-terjadi perampokan. Berikut fakta-fakta kasus perampokan yang menimpa Wali Kota Blitar Santoso. 

Kini, lanjut Argowiyono, tahapan penyelidikan lanjutan; olah TKP dan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi sedang dilakukan oleh pihaknya dan dibantu oleh anggota Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim.

"Pelaku diperkirakan berjumlah 4-5 orang. Pelaku mengambil uang tunai dan sejumlah perhiasan," pungkasnya.

Harta Kekayaan Wali Kota Blitar, Santoso

Santoso sudah menjabat sebagai Wali Kota Blitar sejak 2021.

Ia berhasil menjadi orang nomor satu Kota Blitar setelah menang dalam Pilkada 2020 bersama pasangannya, Tjutjuk Sunario.

Di periode sebelumnya, yaitu 2015-2020, Santoso merupakan Wakil Wali Kota Blitar.

Kendati demikian, ia diangkat menjadi Wali Kota Blitar menggantikan Samanhudi Anwar yang terjerat kasus korupsi.

Diketahui, Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Santoso yang terbaru diserahkan pada 31 Desember 2021 lalu.

Menurut LHKPN terbarunya, Santoso tercatat memiliki harta sebanyak Rp1.498.000.000.

Dibandingkan tahun 2020 lalu, kekayaan Santoso meningkat sejumlah Rp526.029.339‬.

Ia mempunyai dua bidang tanah dan bangunan yang semuanya berada di Blitar dengan nilai Rp800.000.000.

Selain itu, Santoso juga memiliki tiga kendaraan yang terdiri dari dua mobil dan satu motor.

Ketiga kendaraan Santoso bernilai Rp551.000.000.

Tak hanya itu, Santoso juga tercatat memiliki harta bergerak lainnya sebesar Rp22.000.000.

Juga, kas dan setara kas sebanyak Rp125.000.000.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved