Ayah Siksa Anak Kandung di Lumajang, Korban Disiram Air Panas, Dilumuri Kotoran hingga Disekap

Kapolres Lumajang, AKBP Dewa Putu Eka Darmawan menjelaskan motif penganiayaan ini karena pelaku kesal korban sering buang air sembarangan.

Editor: Faisal Zamzami
KOMPAS.com/Miftahul Huda
Ayah korban ditetapkan sebagai tersangka penganiayaan terhadapa MWS (6) di Lumajang 

Mengutip Kompas.com, kondisi MWS kini sudah membaik, terutama kondisi psikologisnya.

Saat ini, korban sudah bisa diajak bicara, mengungkapkan perasaannya, hingga makan dan minum.

Saat pertama kali masuk rumah sakit, Ade mengatakan MWS terlihat ketakutan saat melihat ayahnya hingga tak mau makan dan minum.

"Kemarin dia tertutup sekali, tidak mau bicara, setiap lihat bapaknya, dia pasti ketakutan, tidak mau makan maupun minum, tadi malam setelah bapaknya enggak ada, dia sudah mau minta makan," kata Ade.

Selain melakukan pendampingan untuk kecukupan gizi, pihak rumah sakit juga akan melakukan pendampingan psikologi guna melakukan trauma healing kepada korban.

"Tadi pagi sudah kita lakukan pendampingan gizi bersama ahli gizi dan sudah kita cukupi, sekarang fokus ke kondisi umum dulu, nanti kita dampingi juga dengan psikolog anak untuk menghilangkan trauma," pungkasnya.

Bupati Lumajang turun tangan

Bupati Lumajang, Thoriqul Haq mengatakan pemerintah daerah Lumajang akan membiayai seluruh pengobatan korban.

"Biaya akan ditanggung penuh oleh pemerintah daerah melalui rumah sakit ini (RSUD dr. Haryoto)," ungkapnya pada Sabtu (10/12/2022) dikutip dari Kompas.com.

Ia mengaku sudah melihat langsung kondisi korban dan membenarkan jika terdapat banyak bekas luka di tubuh korban.

Saya tadi melihat langsung kondisinya ada beberapa luka bakar, lebam dan kondisi fisiknya ada banyak bekas akibat kekerasan," tambahnya.

Thoriqul Haq menjelaskan kondisi mental korban perlahan mulai membaik setelah sebelumnya enggan untuk berbicara.

"Saya juga minta kepada rumah sakit untuk mendampingi dengan tim psikologi anak, juga Dinsos untuk terus memantau dan melakukan pendampingan khusus," terangnya.

Ia juga meminta korban diberikan perawatan intensif hingga korban dinyatakan sembuh total.

"Saya minta kepada rumah sakit untuk korban ini ditempatkan di tempat perawatan khusus sehingga proses perawatannya bisa intens terus dilakukan pokoknya harus sampai sembuh," imbuhnya.

Baca juga: Antisipasi Longsor, Bukit Seumadam Aceh Tamiang akan Dipotong dan Jalan Ditinggikan

Baca juga: Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Karangasem Bali, tidak Berpotensi Tsunami

Baca juga: 4 Fakta Jelang Laga Argentina Vs Kroasia di Semifinal Piala Dunia 2022, Live SCTV Pukul 02.00 WIB

Tribunnews.com: Pria di Lumajang Aniaya Anaknya Sendiri, Korban Disiram Air Panas, Dilumuri Kotoran hingga Disekap

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved