Jurnalisme Warga

Program Afirmasi Mengantarkanku ke SMAN 4 Kota Banda Aceh

Melalui Program Adem pemerintah mengharapkan anak-anak yang tinggal di daerah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal) juga mendapatkan pendidikan layak

Editor: bakri
zoom-inlihat foto Program Afirmasi Mengantarkanku ke SMAN 4 Kota Banda Aceh
FOR SERAMBINEWS.COM
CHAIRA NISYAH, Siswi SMAN 4 Banda Aceh, melaporkan dari Kota Banda Aceh

OLEH CHAIRA NISYAH, Siswi SMAN 4 Banda Aceh, melaporkan dari Kota Banda Aceh

INDONESIA merupakan negara dengan penduduk keempat terbanyak di dunia setelah Cina, India, dan Amerika.

Meskipun sama-sama berada pada peringkat penduduk terbanyak, tetapi nasib Indonesia tidak seberuntung ketiga negara maju tersebut.

Indonesia masih tergolong negara berkembang.

Begitu pula di bidang pendidikan, Indonesia mendapatkan peringkat 54 pada tahun 2021.

Peringkat ini lumayan ada kemajuan dibandingkan tahun 2022 berada pada peringkat 55.

Artinya, ada upaya pembenahan oleh pemerintah untuk memajukan pendidikan di Indonesia.

Pemerintah menyadari, pendidikan di pedalaman dengan pendidikan di kota sungguh jauh berbeda.

Melalui Program Afirmasi Pendidikan Menengah (Adem) pemerintah mengharapkan anak-anak yang tinggal di daerah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal) juga mendapatkan pendidikan layak, setara dengan anak-anak di Pulau Jawa dan Bali.

Anak-anak yang mendapatkan kesempatan mendapatkan bantuan ini dituntut beradaptasi dengan lingkungan baru, teman baru, dan guru baru.

Anak desa yang lulus dalam program afirmasi ini diharapkan mampu menjadi contoh bagi anak-anak di desa tempat ia berasal.

Pemilihan siswa program ini tergolong mudah, yaitu diadakan seleksi nilai rapor dan prestasi akademik.

Baca juga: SMAN 4 Banda Aceh Kirim Utusan untuk Ikut Pertikaranas di Palembang

Baca juga: SMAN 4 Takengon Juara 1 Kejuaraan Sepak Bola Tingkat Pelajar Piala Alaidin Abu Abbas 

Dari setiap sekolah SMP di desadesa yang dipilih mengirimkan siswa-siswi berprestasi untuk diseleksi kembali.

Dengan program ini anakanak di pedesaan berkesempatan mengenyam pendidikan di kota.

Alhamdulillah, saya menjadi salah seorang yang mendapatkan manfaat dari program tersebut dari 500 siswa-siswi di Aceh yang ikut dalam program afirmasi.

Saya bersama dua teman lainnya dititipkan di SMAN 4 Banda Aceh, salah satu sekolah ternama di ibu kota Aceh, yang letak sekolahnya di Jalan Teuku Panglima Nyak Makam Nomor19, Kota Baru, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh.

SMA Negeri 4 Banda Aceh merupakan sekolah menengah atas yang dahulunya populer dengan nama SMA DKI Jakarta, melihat namanya saja tentu kita akan paham bahwa ini sekolah bergengsi dan melahirkan generasi-generasi berprestasi setiap tahunnya.

Saya bangga menjadi bagian dari sekolah ini dan program ini.

Andai saja tidak ada program tersebut, mimpi saya dapat menikmati pendidikan seperti anak-anak di kota mustahil terwujud.

Sekolah yang saat ini menjadi tempat saya belajar dikenal dengan sekolah favorit.

Wajar saja sekolah ini kerap kali membawa meraih juara di berbagai event tingkat kabupaten, provinsi dan nasional.

SMAN 4 Banda Aceh saat ini dipimpin oleh Drs Muzakkir MPd.

Beliau terus memantau warga sekolah baik guru dan siswa agar sekolah itu semakin maju dan berkembang.

Dari Singkil ke perantauan

Kabupaten Aceh Singkil, tempat saya berasal, sebuah daerah yang terkenal dengan keindahan pulaunya.

Baca juga: Siswa SMAN 4 Banda Aceh Juarai Video Tentang Harimau dalam Tiger Day

Untuk sampai ke ibu kota provinsi harus menempuh perjalanan darat lebih kurang 17 jam.

Kabupaten kami merupakan kabupaten paling ujung untuk wilayah selatan Aceh.

Yang paling menyedihkan lagi, Singkil juga termasuk salah satu kabupaten termiskin dari 23 kabupaten/kota di Aceh.

Saat masih duduk di bangku kelas VIII SLTP, saya sempat putus asa saat melihat nilai semester turun.

Hal itu disebabkan saya terlalu sibuk dengan aktivitas perlombaan yang ada di sekolah.

Sempat kecewa dengan sekolah yang tidak memberikan saya dispensasi nilai.

Padahal, harapan saya nilai tidak akan turun walaupun saya ikut lomba apa pun.

Ya, namanya juga harapan, kan? Namun begitu, saya belajar bangkit, dengan terus memacu semangat saya untuk meningkatkan kembali nilai semester yang terkahir.

Setelah beragam proses yang saya lalui, akhirnya terpilihlah nama saya menjadi salah satu siswa Program Afirmasi dan tibalah saya di Banda Aceh.

Menjadi siswa baru di sekolah yang baru tentu menjadi PR tersendiri, proses adaptasi membuat saya harus terbiasa, menjadi anak perantauan.

Saya tinggal di asrama dekat dengan sekolah.

Kami mendapatkan fasilitas yang layak dan nyaman.

Selama menempuh pendidikan, kami tidak perlu memikirkan makan dan pakaian sekolah karena semua itu ditanggung oleh sekolah.

Baca juga: Rinda Febriola, Siswa SMAN 4 Takengon Masuk Tim Paskibra 2022 di Istana Negara

Afirmasi yang bermanfaat

Tugas kami sebagai penerima Program Afirmasi hanya untuk belajar dengan rajin dan giat.

Kami juga mendapatkan uang saku sebesar Rp350.000 per bulan.

Di malam hari, kami diwajibkan mengikuti pengajian yang diasuh Ustaz Abdullah untuk membimbing dan memperdalam ilmu agama kami.

Sore hari kami jug ada les atau belajar tambahan dengan guru-guru yang berbeda.

Kami terus dimotivasi agar bisa menjadi siswa berprestasi, meskipun awalnya terbilang sulit.

Namun, semakin hari rutinitas itu semakin nyaman untuk digeluti.

Pagi hari kami sekolah sama seperti anak pada umumnya, tak perlu menggunakan kendaraan apa pun karena hanya lima langkah dari rumah.

Pengalaman ini benar-benar baru dan membuka pikiran saya.

belum lagi harus menyesuaikan diri dengan kemampuan anak-anak kota.

Saya sangat mengapresiasi program ini.

Semoga ke depan dapat diperbanyak lagi peluangpeluang untuk anak dari pelosok desa untuk menadapatkan program afirmasi.

Sebagaimana kita ketahui banyak anak desa yang menginginkan pendidikan yang lebih bagus agar mereka dapat mewujudkan cita-cita mereka.

Pendidikan di kota dengan pendidikan desa sangat berbeda jauh.

Baca juga: Fantastic Four SMAN 4 Banda Aceh vs SMA Fatih Bilingual School, FBS-Smanpat Saling Rebut Tiket Final

Harapannya dengan progrsm ini semangat mereka untuk terus belajar akan semakin meningkat.

Indonesia membutuhkan remaja-remaja terpelajar untuk memajukan kesejahteraan bangsa Indonesia.

Kalau disurvei dengan konkret oleh pemerintah, sebenarnya banyak sekali anak-anak cerdas di pelosok desa.

Hanya saja mereka tidak mendapatkan akses saja untuk mendapatkan pendidikan lebih bagus.

Mereka seperti mutiara yang tersembunyi di semak belukar.

Semoga program ini ke depan dapat menemukan anakanak berprestasi untuk menggapai cita-cita mereka, generasi cerdas menuju Aceh hebat dan Indonesia bermartabat. (chairanisyah15@ gmail.com)

Baca juga: Dandim Aceh Timur Beri Motivasi Siswa SMAN 4 Langsa

Baca juga: Salamuddin Usman Dilantik Sebagai Kepala Sekolah SMAN 4 Langsa

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved