Kupi Beungoh
Rocky Gerung, Kembang Tanjong, dan Abu Thalib
Banyak penggemar Rocky Gerung di Aceh tahu bahwa ia bukan pemeluk Islam. Ada yang tahu lebih jauh, dia adalah orang Manado yang beragama khatolik
Mungkin, pertimbangan komuntas itu mengundang Rocky Gerung, tidak hanya karena ia kritis dan populer, akan tetapi, lebih karena ia menguasai dan memahami Islam dalam konteks mua’malah yang cukup memadai.
Disamping itu ia juga mampu menyampaikan pikirannya kepada hadirin dengan gurih, renyah, sekaligus sangat mencerahkan.
Yang paling unik dari Rocky Gerung adalah ia selalu tak habis bahan untuk menjelaskan berbagai fenomena yang sangat sering bahkan selalu bertabrakan dengan persepektif kekuasaan.
Bagi yang tidak pernah tahu sama sekali tentang Rocky Gerung, dan pertama kali mendengarnya di acara itu, pasti individu yang bersangkutan tidak akan berani mengatakan, kalau Rocky Gerung pada acara itu bukan muslim.
Wawasan dan narasi yang disampaikan Rocky Gerung menunjukkan bahwa kedalaman pengetahuannya mengenai Islam untuk seorang nonmuslim mempunyai kadar yang tidak biasa.
Apalagi, walaupun ia seorang filosof, semua paparannya disampaikan bukan dalam bahasa filsafat, namun dengan logika biasa dan bahasa rakyat yang sederhana.
Dari penampilan video, nampaknya pemuka masyarakat Kembang Tanjong dan Rocky Gerung sudah terlebih dahulu TST-tahu sama tahu-, bahwa Rocky Gerung tidak akan masuk ke wilayah aqidah, namun ia akan membahas peringatan kelahiran Rasul itu dari segi ‘mu’amalah.
Dan memang itulah persis yang dia lakukan.
Menurut berita, untuk menjaga kesakralan acara Maulid, panitia mempersilakan Rocky memberikan paparannya setelah acara resmi maulid, yang ditutup dengan doa.
Rocky Gerung memulai paparannya dengan menyitir salah satu jantung konsep Islam tentang masyarakat madani, seperti yang dicetuskan Rasul dalam piagam Madinah.
Konsep islam tentang kehidupan negara kebangsaan dalam keberagaman yang diajukan oleh Rasul itu adalah salah satu teks tertulis paling awal dalam sejarah peradaban dan kehidupan bernegara.
Rocky masuk ke jantung konsepsi Islam tentang kebebasan, kemerdekaan ekonomi, dan kewajiban warga negara.
Rocky Gerung membahas tentang Nabi Muhammad SAW dalam perspektif multidimensi; politisi, negarawan, dan bahkan pemimpin dunia.
Ia dengan sangat ringkas mengklaim Islam sebagai agama langit edisi terakhir yang telah final, sehingga tak ada lagi interprestasi setelah itu.
Ia menguraukan tentang konsep jihad yang sebenarnya, dan bahkan menuding kekuasaan yang telah mengubah narasi jihad sebagai kekerasan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/rocky-gerung-dan-ahmad-humam-hamid.jpg)