Dampak Fenomena Solstis
Fenomena Solstis 22 Desember 2022, Ini Dampak dan Penjelasan Ilmiah Terkait Tak Boleh Keluar Rumah
Peneliti BRIN menyebutkan solstis hanya fenomena astronomi biasa, dan tidak ada larangan bagi siapapun untuk keluar rumah.
Matahari akan terbit di arah antara timur dan tenggara untuk lintang kurang dari 56 derajat baik utara dan sekatan, tepat di tenggara untuk lintang 56 derajat, serta di antara tenggara dan selatan untuk lintang lebih dari 56 derajat baik utara maupun selatan.
Matahari akan terbenam di arah antara barat dan barat daya untuk lintang kurang dari 56 derajat baik utara atau selatan, tepat di barat daya untuk lintang 56 derajat, di antara barat daya dan selatan untuk lintang lebih dari 56 derajat baik utara atau selatan.
Panjang siang (dihitung dari Matahari terbit ke terbenam) akan lebih panjang daripada panjang malam (dari Matahari terbenam ke terbit) untuk belahan Bumi selatan.
Sementara di belahan Bumi utara, panjang siang akan lebih pendek dibandingkan dengan panjang malam.
Terjadi fenomena Matahari Tengah Malam atau Midnight Sun di wilayah kutub selatan.
Hal ini terjadi karena kutub selatan condong ke Matahari, sehingga seluruh bagian kutub disinari Matahari.
Panjang siang di wilayah kutub selatan menjadi 24 jam.
Baca juga: Studi Terbaru Mengungkap Fenomena Alam Aurora Mengeluarkan Suara
Di wilayah kutub utara akan terjadi fenomena Malam Kutub atau Polar Night.
Hal ini karena kutub utara menjauhi Matahari, sehingga seluruh bagian kutub tidak disinari Matahari.
Panjang malam di wilayah kutub utara menjadi 24 jam.
Terjadi puncak musim panas di lintang sedang belahan Bumi selatan, sedangkan di lintang sedang belahan Bumi utara terjadi puncak musim dingin.
Untuk lintang rendah atau kurang dari 23,44 derajat, baik di belahan Bumi utara maupun belahan Bumi selatan, terjadi puncak musim penghujan. (Serambinews.com/Nadia Safriani)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/matahari-bersinar_20161201_205116.jpg)