Kamis, 9 April 2026

Dampak Fenomena Solstis

Fenomena Solstis 22 Desember 2022, Ini Dampak dan Penjelasan Ilmiah Terkait Tak Boleh Keluar Rumah

Peneliti BRIN menyebutkan solstis hanya fenomena astronomi biasa, dan tidak ada larangan bagi siapapun untuk keluar rumah.

Editor: Agus Ramadhan
pixabay.com
MATAHARI BERSINAR - Fenomena Solstis 22 Desember 2022, Ini Dampak dan Penjelasan Ilmiah Terkait Tak Boleh Keluar Rumah 

Fenomena Solstis 22 Desember 2022, Ini Dampak dan Penjelasan Ilmiah Terkait Tak Boleh Keluar Rumah

SERAMBINEWS.COM - Muncul beberapa video yang ramai dibicarakan publik di media sosial yang meminta masyarakat untuk tidak keluar rumah pada tanggal 22 Desember 2022.

Hal ini dikarenakan terjadinya fenomena solstis.

Fenomena soltsis adalah peristiwa yang terjadi saat matahari terbenam paling jauh ke barat atau terbit jauh ke timur dari garis khatulistiwa pada saat solstis musim panas atau solstis musim dingin.

Fenomena ini terjadi dua kali dalam satu tahun, yakni pada bulan Juni dan Desember.

Baca juga: Maroko Miliki Energi Angin dan Matahari Terbesar, Rencana Inggris Bangun Kabel 3.800 Km Ditunda

Dalam sebuah video yang beredar di media sosial mengatakan “tidak ada yang boleh keluar rumah karena adanya fenomena solstis,”

Peneliti di pusat riset antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyebutkan solstis hanya fenomena astronomi biasa, dan tidak ada larangan bagi siapapun untuk keluar rumah.

Peniliti juga menjelaskan sostis terjadi karena sumbu rotasi bumi miring 23,5 terhadap bidang tegak lurus ekliptika atau poros kutub utara dan selatan langit.

Sehingga masyarakat tidak perlu khawatir karena soltis tidak berkaitan dengan aktivitas berbahaya.

Dikutip dari laman kompas.com , secara umum fenomena ini berdampak pada gerak semu harian Matahari saat terbit, berkulminasi, dan terbenam.

Solstis juga berdampak pada intensitas radiasi Matahari yang diterima permukaan Bumi, panjang siang dan malam, serta pergantian musim.

Dampak lainnya, matahari akan berkulminasi paling selatan saat tengah hari.

Kecuali di wilayah yang terletak di Garis Balik Selatan, Matahari akan berkulminasi tepat di zenit.

Baca juga: VIDEO VIRAL Diduga Fenomena Alam Microburst di Stadion Wibawa Mukti Bekasi, Ternyata Talang Bocor

Intensitas radiasi Matahari akan maksimum untuk lintang sedang belahan Bumi selatan (lebih dari 23,44 derajat).

Sementara untuk lintang sedang belahan Bumi utara (lebih dari 23,44 derajat), intensitas radiasi Matahari akan minimum.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved