Menteri ESDM Arifin Tasrif Lepas Kepergian Prof Dr Subroto
Arifin menambahkan, almarhum Prof Dr Subroto memiliki peran penting terhadap pembangunan Indonesia khususnya di sektor energi.
Bengawan energi yang dikenal luas dunia ini meninggal di usia 99 tahun setelah menjalani perawatan intensif di RSPI Sulianti Saroso Jakarta.
Di mata internasional almarhum dikenal sebagai The Wise Minister Subroto from Indonesia.
Profesor Subroto adalah Pendiri dan Ketua Bimasena, Masyarakat Pertambangan dan Energi.
Baca juga: Pasukan AS Didukung Milisi Kurdi Gempur Kelompok ISIS di Suriah Timur, Enam Orang Ditangkap
Baca juga: Kerajaan Arab Saudi Harapkan Irak Kembali Normal, Sebagai Tempat Lahir Peradaban dan Pengetahuan
Subroto melahirkan banyak kebijakan berpengaruh salah satunya adalah Kebijakan Energi Nasional (KEN) dan program Listrik Masuk Desa (LMD).
Almarhum juga mendorong pengupayaan sumber energi non-minyak (seperti tenaga air, panas bumi dan matahari) sampai gerakan hemat energi.
Gelar tersebut diberikan karena visinya yang hati-hati dalam pengelolaan minyak di kalangan negara-negara OPEC (Organization of the Petroleum Exporting Countries).
Subroto dikenal pandai berdiplomasi dan mampu meredam silang pendapat antarnegara OPEC kala menjabat sebagai Presiden Konferensi (1985-1985) dan Sekretaris Jenderal pada tahun 1988-1994.
Prof. Dr. Subroto yang juga Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia tercatat sebagai tokoh yang ikut merancang konsep pembangunan perekonomian Indonesia.(Tribun Network/Reynas Abdila)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Penasehat-Medco-Grup-Prof-Subroto.jpg)