Jurnalisme Warga
Kisah Ibu Rumah Tangga di Lembah Seulawah
Dua individu yang menyatu dalam satu mahligai sebagai suami dan istri mempunyai kedudukan dan tugas masing-masing
OLEH CHAIRUL BARIAH, Wakil Rektor II Universitas Islam Kebangsaan Indonesia, Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Almuslim, dan Anggota Forum Aceh Menulis (FAMe) Chapter Bireuen, melaporkan dari Lembah Seulawah, Aceh Besar
PEREMPUAN dan laki-laki yang telah mengikat janji untuk saling menghargai, menghormati, membina, dan membangun rumah tangga selalu berusaha menjadikan rumah tangganya sebagai surga di dunia.
Dua individu yang menyatu dalam satu mahligai sebagai suami dan istri mempunyai kedudukan dan tugas masing-masing.
Peran ibu rumah tangga (IRT) dalam mengarungi bahtera rumah tangga sangat besar.
Pada saat membangun rumah tangga setiap pasangan selalu bercita-cita menjadi keluarga yang sakinah, jauh dari perselisihan dan ingin bahagia sampai akhir menutup mata.
Menyatukan perbedaan dalam rumah tangga bukanlah hal yang mudah.
Dua sosok yang memiliki sifat, kebiasaan, dan karakter yang berbeda harus mampu berjalan seimbang sesuai dengan tugas dan kewajibannya masing- masing.
Problema yang terjadi dalam masyarakat, banyak yang membayangkan keindahan rumah tangga itu bagaikan hidup di negeri kahyangan.
Ada yang beranggapan setelah menikah pada awal kehidupan di hadapannya semua serbaindah bagaikan perjalanan hidup di kerajaan ratu dan raja.
Semasa perkenalan semuanya baik-baik saja, tapi setelah berumah tangga masing- masing karakter mulai terbuka.
Suatu kejadian yang sangat mengiris hati, bagaikan kehidupan dalam cerita sinetron, ada seorang suami yang masih wangi parfum perkawinannya di salah satu desa di kecamatan tetangga, tega membunuh istrinya di tempat tidur, tempat yang seharusnya indah, tetapi berlumuran darah.
Baca juga: 40 Link Twibbon Ucapan Selamat Hari Ibu 2022, Desainnya Cantik dan Elegan, Cocok Untuk Status WA
Baca juga: Besok 22 Desember Perayaan Hari Ibu di Indonesia, Ini 20 Ucapan Selamat Hari Ibu yang Menyentuh Hati
Salah satu sebab adalah karena cemburu.
Perasaan ccmburu awal dari petaka dalam rumah tangga.
Apalagi saat ini komunikasi bukanlah hambatan untuk saling menyapa, baik secara audio maupun visual dari seluruh belahan dunia dengan tingkat kecanggihan sesuai perkembangan zaman.
Mengarungi bahtera rumah tangga ibarat berlayar di tengah samudra dengan embusan angin yang kencang dan terkadang sepoisepoi, maka suami layaknya nahkoda dan istri sebagai navigator harus mengikuti ke mana arah angin, tak perlu melawan arah, karena kapal yang ditumpangi akan berlabuh di dermaga yang sama dengan satu tujuan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/CHAIRUL-BARIAH-Wakil-Rektor-II-Universitas-Isla.jpg)